
Pantau - Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan mendorong pemerintah daerah di Nusa Tenggara Timur segera membentuk satuan tugas penanganan bencana untuk mempercepat koordinasi dan pemerataan bantuan bagi penyintas gempa magnitudo 7,7.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno mengatakan pembentukan satgas diperlukan karena lokasi pengungsian tersebar di sejumlah kawasan terdampak.
"Kami dorong agar satgas daerah segera dibentuk, karena lokasi pengungsian ada di beberapa titik. Selain itu kami melihat masih ada kebutuhan dasar para pengungsi yang harus dipenuhi," kata Menko Praktino dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (18/8/2026).
Satgas Diharapkan Percepat Distribusi Bantuan
Keberadaan satgas daerah diharapkan memperkuat fungsi komando di tingkat lokal untuk memetakan kebutuhan penyintas dan mengonsolidasikan bantuan logistik dari pemerintah pusat.
Satgas juga dibutuhkan untuk mempermudah distribusi bantuan menuju posko pengungsian yang sulit dijangkau.
Penanganan tersebut diselaraskan dengan pemenuhan fasilitas pengungsian oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Kementerian Sosial, dan Kementerian Kesehatan.
Pemerintah menyiapkan sejumlah kebutuhan mulai dari tenda keluarga, dapur umum lapangan, hingga penguatan tenaga medis di lokasi terdampak.
Pratikno menegaskan pemerintah pusat akan terus mendampingi pemerintah daerah agar masa tanggap darurat berjalan efektif dan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi secara merata.
BNPB Catat 68 Korban Jiwa dan 213 Orang Luka
Direktorat Pengendalian Operasi BNPB hingga Senin (17/8/2026) sore mengidentifikasi 68 korban jiwa terdampak gempa di sejumlah wilayah NTT.
Korban tersebut berasal dari Kabupaten Manggarai sebanyak 26 jiwa, Manggarai Timur 24 jiwa, Nagekeo delapan jiwa, Sikka empat jiwa, Ende dua jiwa, Manggarai Barat dua jiwa, dan Ngada dua jiwa.
Selain korban jiwa, BNPB mencatat sebanyak 213 orang mengalami luka-luka akibat bencana tersebut.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



