HOME  ⁄  Nasional

PII Mendorong Insinyur Bantu Warga NTT Terapkan Bangunan Tahan Gempa

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

PII Mendorong Insinyur Bantu Warga NTT Terapkan Bangunan Tahan Gempa
Foto: (Sumber :Foto udara menunjukkan bangunan yang rusak akibat gempa di kawasan Reo, Kabupaten Manggarai, NTT, Senin (17/8/2026). Daerah tersebut menjadi salah satu lokasi di Kabupaten Manggarai yang paling terdampak gempa bumi bermagnitudo 7,7. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/tom..)

Pantau - Persatuan Insinyur Indonesia (PII) mendorong para insinyur membantu warga dan pemerintah daerah menerapkan perencanaan bangunan tahan gempa setelah bencana mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ketua Umum PII Ilham Akbar Habibie mengatakan keterlibatan profesional para insinyur diperlukan untuk mengurangi risiko keruntuhan bangunan apabila gempa kembali terjadi.

"Persatuan Insinyur Indonesia mendorong para insinyur membantu secara profesional terhadap warga dan pemerintah daerah untuk menerapkan sistem perancangan bangunan yang tahan gempa sehingga akan mengurangi risiko akibat keruntuhan bangunan bila gempa bumi terjadi," kata Ilham dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (18/8/2026).

Gempa NTT Jadi Momentum Evaluasi Bangunan

Ketua Divisi Kebencanaan dan Kesiapsiagaan PII Wayan Sengara mengatakan gempa NTT diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat ketahanan bangunan dan infrastruktur di berbagai daerah.

Evaluasi dinilai penting karena kerusakan dan keruntuhan bangunan saat gempa kerap menjadi penyebab jatuhnya korban luka maupun korban jiwa.

"Kita perlu belajar kembali bagaimana ilmu dan teknologi mitigasi bencana gempa untuk cepat diserap dan diaplikasikan dengan penguatan kapasitas pada segala aspek terkait," kata Ilham.

PII menilai riset rekayasa kegempaan serta penelitian mengenai bangunan dan infrastruktur tahan gempa perlu terus diperkuat.

Pembaruan peta gempa, peraturan dan standar bangunan, serta penyebarluasan aturan dan rancangan bangunan tahan gempa juga dinilai perlu dilakukan secara berkala.

Pengendalian izin bangunan dan pengawasan proses pembangunan turut menjadi aspek yang perlu diperketat untuk meningkatkan ketahanan terhadap bencana.

Pemerintah Kirim Bantuan ke Wilayah Terdampak

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7 mengguncang wilayah NTT pada 15 Agustus 2026.

Presiden Prabowo Subianto pada 16 Agustus 2026 menyampaikan respons atas bencana tersebut melalui akun Instagram pribadinya.

"Hati dan doa kami bersama saudara-saudara kita di NTT, yang sedang berduka akibat gempa bumi," kata Prabowo dalam takarir unggahannya.

Pemerintah juga telah memberangkatkan 50.000 paket bantuan sembako ke wilayah terdampak bencana sejak 15 Agustus 2026.

"Saya juga telah meminta jajaran terkait (Menko PMK, Mendagri, Menteri PU, BNPB, Basarnas, beserta tim Bulog, PLN, Pertamina, dan Telkom) untuk hadir langsung di lapangan. Kami ingin memastikan saudara-saudara kami di sana mendapatkan penanganan darurat yang cepat dan maksimal," kata Presiden.

Prabowo menyatakan pemerintah akan terus melakukan upaya pemulihan keadaan di wilayah NTT yang terdampak gempa.

Penulis :
Aditya Yohan