HOME  ⁄  Nasional

Adang Daradjatun Mengapresiasi BNN-Polri Tangkap “Bos Gendut”, Minta Jaringan Narkotika Dibongkar hingga Akar

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Adang Daradjatun Mengapresiasi BNN-Polri Tangkap “Bos Gendut”, Minta Jaringan Narkotika Dibongkar hingga Akar
Foto: (Sumber :Anggota Komisi III DPR RI, Adang Daradjatun. Foto: Devi/Karisma.)

Pantau - Anggota Komisi III DPR RI Adang Daradjatun mengapresiasi Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Polri yang membongkar jaringan narkotika di Kampung Bahari, Jakarta Utara, dan menangkap MR alias “Bos Gendut” yang diduga menjadi salah satu pengendali jaringan tersebut.

MR yang menjadi buronan sejak 2025 ditangkap setelah petugas melakukan pembuntutan hingga sebuah salon kecantikan di kawasan Mangga Besar, Jakarta Barat.

Petugas kemudian melakukan pengembangan di Kampung Bahari dan mengamankan barang bukti berupa narkotika, senjata api, peluru, senjata tajam, uang tunai, telepon seluler, serta sejumlah kendaraan.

“Sebagai anggota Komisi III dan sebagai wakil masyarakat Dapil DKI Jakarta III, tentu saya memberikan apresiasi terhadap langkah tegas BNN dan Polri ini. Kampung Bahari merupakan salah satu wilayah yang selama ini mendapat perhatian karena persoalan narkotika. Karena itu, keberhasilan menangkap pengendali jaringan seperti ini tentu menjadi kabar yang sangat baik bagi masyarakat,” ujar Adang dalam keterangan tertulis yang diterima Parlementaria di Jakarta, Sabtu (15/8/2026).

DPR Minta Aliran Dana dan Aset Ditelusuri

Adang menegaskan pemberantasan jaringan narkotika tidak boleh berhenti pada penangkapan pelaku, tetapi perlu dikembangkan untuk membongkar jaringan hingga aliran dana dan aset yang diduga berasal dari tindak pidana.

“Saya kira ini langkah yang sangat positif. Jangan hanya dilihat dari siapa yang ditangkap, tetapi bagaimana jaringan tersebut bisa dibongkar sampai ke akarnya. Kalau ada aliran dana dan aset yang berasal dari tindak pidana, semuanya harus ditelusuri sesuai ketentuan hukum,” tegasnya.

Adang juga mengapresiasi personel yang terlibat dalam operasi tersebut karena aparat dilaporkan menghadapi perlawanan ketika melakukan pengembangan di Kampung Bahari.

“Apresiasi juga saya sampaikan kepada seluruh personel yang berada di lapangan. Tugas seperti ini tidak mudah, terlebih ketika berhadapan dengan jaringan yang memiliki kekuatan dan melakukan perlawanan. Negara tidak boleh mundur menghadapi kejahatan narkotika,” katanya.

Ia berharap pengungkapan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat penanganan kawasan rawan peredaran narkotika, khususnya di Jakarta Utara dan wilayah DKI Jakarta III.

Masyarakat Kampung Bahari Diminta Tak Diberi Stigma

Adang mengingatkan keberadaan jaringan narkotika tidak boleh membuat masyarakat Kampung Bahari secara keseluruhan mendapatkan stigma negatif.

“Kita jangan memberikan stigma kepada masyarakatnya. Yang harus kita lawan adalah jaringan dan pelaku kejahatannya. Masyarakat Kampung Bahari justru harus kita rangkul dan libatkan bersama-sama dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman,” ujarnya.

Menurut Adang, pemberantasan narkotika juga harus diiringi langkah pencegahan, edukasi, dan pembinaan masyarakat untuk melindungi anak-anak serta generasi muda.

“Pemberantasan narkoba tidak cukup hanya dengan penindakan. Kita harus memastikan anak-anak kita tidak menjadi pasar bagi para bandar. Karena itu, penegakan hukum harus berjalan bersama dengan pencegahan, edukasi, dan penguatan lingkungan masyarakat,” pungkas Adang.

Penulis :
Aditya Yohan