
Pantau - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan meningkatkan kapasitas Rumah Sakit Lapangan di Stadion Golo Dukal, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi sedikitnya 100 tempat tidur untuk mendukung pelayanan RSUD Ruteng yang terdampak gempa bumi.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan rumah sakit lapangan tersebut menjadi bagian dari respons cepat pemerintah untuk memulihkan sekaligus menjaga kesinambungan pelayanan kesehatan bagi masyarakat pascagempa.
“Di sini sudah kita pasang lima tenda. Empat untuk pasien, masing-masing bisa menampung 20 pasien, kemudian satu khusus untuk ruang operasi karena ruangnya steril dan bisa dibuat terisolasi,” ungkap Budi.
Kemenkes Tambah Tenda Rawat Inap dari Bali
Pada tahap awal, rumah sakit lapangan memiliki tiga tenda rawat inap dengan kapasitas masing-masing sebanyak 20 pasien atau sekitar 60 tempat tidur.
Selain ruang rawat inap, fasilitas tersebut dilengkapi satu tenda khusus untuk instalasi gawat darurat (IGD).
Kemenkes selanjutnya akan menambahkan sejumlah tenda rawat inap sehingga kapasitas rumah sakit lapangan meningkat menjadi sedikitnya 100 tempat tidur.
Tenda tambahan akan dikirim dari Bali untuk memperkuat kapasitas pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan yang ditemukan di lapangan.
Rumah sakit lapangan tersebut secara khusus disiapkan untuk mendukung RSUD Ruteng agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan meskipun fasilitas rumah sakit terdampak gempa.
Area rawat inap menggunakan lantai khusus yang dirancang untuk mempermudah mobilisasi pasien dan peralatan medis.
Lantai tersebut juga membantu menjaga kebersihan dan mencegah air masuk ke dalam tenda saat hujan.
Tenda yang digunakan merupakan tenda berstandar tanggap bencana yang telah dimanfaatkan dalam berbagai penanganan bencana di dunia, termasuk oleh organisasi kemanusiaan internasional.
Fasilitas rumah sakit lapangan juga dapat disesuaikan dengan kondisi cuaca serta kebutuhan pelayanan kesehatan di lokasi terdampak bencana.
Ruang Operasi Disiapkan untuk Pasien Trauma Gempa
Salah satu fasilitas utama yang disiapkan Kemenkes adalah tenda ruang operasi yang dirancang steril dan dapat diisolasi untuk menjaga standar keselamatan serta mencegah infeksi selama tindakan pembedahan.
Ruang operasi tersebut dilengkapi lampu operasi, meja operasi, serta area khusus untuk memasukkan dan mempersiapkan peralatan medis.
Sebelum digunakan untuk tindakan medis, ruang operasi akan menjalani proses pembersihan dan sterilisasi.
“Ini ruang operasi. Nanti disterilisasi. Ruang ini steril dan bisa diisolasi. Fasilitas seperti ini pernah digunakan saat bencana di Sumedang dan juga bencana di Aceh,” kata Budi.
Keberadaan ruang operasi diperlukan agar pasien yang mengalami trauma akibat gempa dapat memperoleh tindakan medis dengan cepat.
Fasilitas tersebut antara lain dapat digunakan untuk menangani pasien yang mengalami patah tulang akibat tertimpa bangunan.
Dengan tersedianya ruang operasi, pasien yang membutuhkan pembedahan tidak harus menunggu hingga fasilitas rumah sakit utama kembali berfungsi sepenuhnya.
Kemenkes Siapkan RS Lapangan Serupa di Nagekeo
Kemenkes juga akan mereplikasi konsep rumah sakit lapangan serupa di Kabupaten Nagekeo untuk memperkuat kapasitas pelayanan kesehatan di wilayah yang fasilitas rumah sakit rujukannya terdampak gempa.
Selain membangun fasilitas kesehatan sementara, Kemenkes terus memobilisasi tenaga kesehatan ke wilayah terdampak.
Tenaga kesehatan yang dikerahkan termasuk dokter spesialis untuk menangani pasien yang membutuhkan pelayanan medis lanjutan maupun tindakan operasi.
Dukungan penanganan kesehatan pascagempa juga mencakup pemenuhan kebutuhan logistik kesehatan.
Melalui penyediaan rumah sakit lapangan, pengerahan tenaga medis, dan pemenuhan logistik, Kemenkes berupaya memastikan masyarakat terdampak gempa tetap memperoleh pelayanan kesehatan yang aman, cepat, dan sesuai kebutuhan.
- Penulis :
- Arian Mesa



