HOME  ⁄  Nasional

BNPB Kirim 165,97 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT, Starlink hingga Genset Disalurkan

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

BNPB Kirim 165,97 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT, Starlink hingga Genset Disalurkan
Foto: BNPB bersama seluruh pemangku kepentingan mengirimkan 165,97 ton bantuan untuk korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui pos pendukung logistik nasional Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pada Selasa 18/8/2026 sumber: BNPB)

Pantau - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama seluruh pemangku kepentingan mengirimkan bantuan dengan berat total 165,97 ton untuk memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bantuan tersebut disalurkan melalui Pos Pendukung Logistik Nasional Halim Perdanakusuma pada Selasa, 18 Agustus 2026, sebagai bagian dari respons cepat pemerintah dalam penanganan bencana.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan pengiriman bantuan melalui jalur udara dibagi menjadi 12 sortie penerbangan.

Pengiriman tersebut menggabungkan sejumlah moda transportasi udara, yakni armada TNI Angkatan Udara, pesawat kargo, serta maskapai penerbangan komersial dengan tujuan Maumere (MOF) dan Labuan Bajo (LBJ).

BNPB Kirim 120 Ton Logistik melalui Delapan Penerbangan

BNPB menggunakan Dana Siap Pakai (DSP) untuk memimpin pengiriman sebanyak 120 ton logistik melalui delapan sortie penerbangan utama.

"BNPB menggunakan Dana Siap Pakai (DSP) memimpin pengiriman 120 ton logistik melalui delapan sortie penerbangan utama, yang mengangkut perlengkapan seperti selimut, tenda, internet starlink, kasur lipat, hingga sembako," ungkap Berton.

Bantuan yang dikirim mencakup selimut, tenda, perangkat internet Starlink, kasur lipat, sembako, hygiene kit atau perlengkapan kebersihan, matras, tenda keluarga, sarung, pakaian wanita, serta perangkat penjernih air.

Distribusi bantuan juga dirancang untuk mengantisipasi kemungkinan krisis komunikasi sekaligus membantu memastikan ketersediaan air bersih dan listrik di wilayah terdampak maupun lokasi pengungsian.

Sebanyak 20 unit perangkat internet satelit Starlink yang merupakan gabungan bantuan Kementerian Pertahanan dan BNPB disertakan untuk mendukung komunikasi.

Bantuan lainnya meliputi satu unit motor Viar penjernih air untuk mendukung kebutuhan air bersih serta 16 unit genset darurat guna membantu menyediakan pasokan listrik.

"Untuk mengantisipasi krisis komunikasi serta memastikan ketersediaan air bersih dan listrik di area terdampak bencana dan area pengungsian, rangkaian distribusi ini secara khusus menyertakan 20 unit perangkat internet satelit Starlink (gabungan Kementerian Pertahanan dan BNPB), satu unit motor viar penjernih air, serta 16 unit genset darurat," kata Berton.

Seluruh bantuan tersebut diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan pascabencana sekaligus memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak gempa bumi di NTT.

Mendagri Evaluasi Kerusakan Infrastruktur dan Layanan Dasar

Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian turut melakukan inspeksi dan evaluasi terhadap penanganan serta kebutuhan pemulihan pascagempa di Kabupaten Ende, NTT.

Tito berencana mengecek sejumlah lokasi terdampak untuk mengetahui kondisi infrastruktur serta layanan dasar yang dibutuhkan masyarakat.

Mendagri juga akan berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk memastikan penanganan di lapangan berjalan sesuai kebutuhan masing-masing wilayah terdampak.

"Untuk bahan kita melakukan evaluasi dengan semua tim, dengan kementerian-kementerian, Kepala BNPB, jadi kita tahu titik mana yang memerlukan apa, mana yang rusak jalannya, otomatis Menteri PU (segera perbaiki)," kata Tito.

Evaluasi tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai kebutuhan setiap lokasi, termasuk menentukan infrastruktur jalan yang mengalami kerusakan dan membutuhkan perbaikan segera.

Selain kondisi jalan, Tito menyoroti kelistrikan sebagai salah satu layanan dasar yang harus segera dipulihkan.

Saat meninjau Kabupaten Manggarai Timur, Tito menemukan masih terdapat kecamatan yang belum kembali memperoleh aliran listrik.

Pemerintah juga menempatkan keselamatan korban sebagai prioritas utama pada tahap awal penanganan bencana, selain mempercepat pemulihan infrastruktur dan layanan dasar di wilayah terdampak.

Penulis :
Arian Mesa