
Pantau - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan tindakan operasi bagi korban gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) tetap berjalan meski kerusakan RSUD Ruteng di Kabupaten Manggarai membuat pelayanan pasien sementara dilakukan di tenda darurat.
Budi menyampaikan kepastian tersebut saat meninjau langsung pelayanan kesehatan di RSUD Ruteng yang terdampak gempa.
Kasus patah tulang dan trauma menjadi masalah kesehatan yang banyak ditemukan setelah gempa sehingga membutuhkan dukungan dokter spesialis ortopedi untuk mempercepat penanganan pasien.
Salah satu pasien yang dijenguk Budi adalah Yosef, anak berusia 12 tahun yang mengalami patah tulang paha setelah tertimpa bangunan rumah tetangganya yang roboh akibat gempa.
“Kalau tidak dioperasi, nanti sembuhnya bisa cacat. Dia tidak bisa main bola lagi. Padahal dia senang main bola dan ingin menjadi pemain tim nasional,” ujar Budi.
Dokter Spesialis Dikerahkan ke RSUD Ruteng
Budi memastikan Yosef dan pasien lain yang membutuhkan tindakan medis mendapatkan penanganan dari tim dokter spesialis ortopedi yang dimobilisasi ke RSUD Ruteng.
Tenaga medis tersebut antara lain berasal dari RSUD Dr. Soetomo Surabaya serta mendapat dukungan dari sejumlah rumah sakit dan institusi pendidikan kedokteran.
“Kita berterima kasih kepada teman-teman dari rumah sakit yang sudah datang membantu. Ada dari Sardjito, Ben Mboi, Universitas Hasanuddin, dan Rumah Sakit Dr. Soetomo yang khusus membantu di RSUD Ruteng. Para dokter ortopedi ini sudah mau membantu menyembuhkan pasien-pasien yang membutuhkan penanganan,” katanya.
Kementerian Kesehatan juga membangun rumah sakit lapangan di Stadion Golo Dukal, Kabupaten Manggarai, untuk memastikan pelayanan kesehatan dan tindakan operasi tetap dapat dilakukan secara aman.
Rumah sakit lapangan tersebut akan dilengkapi ruang operasi karena bangunan utama RSUD Ruteng dinilai belum aman digunakan.
“Karena rumah sakitnya sekarang tidak aman digunakan, kita sedang membangun rumah sakit lapangan. Di sana nanti dokter-dokter bisa melakukan operasi dengan baik,” ujarnya.
Selain di RSUD Ruteng, Kemenkes menyiapkan rumah sakit lapangan di RSUD Nagekeo yang turut mengalami kerusakan akibat gempa sehingga pelayanan tidak dapat berjalan optimal.
Tim Kesehatan Akan Sisir Desa Terdampak Gempa
Budi menegaskan penanganan kesehatan pascagempa tidak hanya difokuskan di rumah sakit, tetapi juga harus menjangkau masyarakat hingga tingkat desa.
Kemenkes akan memperkuat mobilisasi tenaga kesehatan dan relawan untuk mendatangi puskesmas serta desa-desa terdampak guna menemukan warga yang membutuhkan perawatan atau rujukan segera.
“Kita perlu sekali mengirim tim relawan ke seluruh puskesmas yang ada di Flores Utara untuk menyapu bersih semua desa, mengidentifikasi pasien-pasien mana yang harus segera kita rawat dan dirujuk ke rumah sakit,” katanya.
Kemenkes terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, rumah sakit, puskesmas, perguruan tinggi, dan jejaring tenaga kesehatan untuk menjaga pelayanan medis bagi masyarakat terdampak gempa.
Dukungan dokter spesialis, pembangunan fasilitas kesehatan sementara, serta penyisiran ke wilayah terdampak menjadi bagian dari upaya mempercepat pemulihan layanan kesehatan pascabencana.
- Penulis :
- Aditya Yohan



