
Pantau - Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN Eddy Soeparno mengajak legislator muda mengambil peran lebih besar dalam meningkatkan kualitas demokrasi Indonesia dengan memperkuat legislasi, pengawasan, representasi, dan perjuangan terhadap aspirasi masyarakat.
Ajakan tersebut disampaikan Eddy dalam dialog The Habibie Center bertema “Penguatan Kapasitas Kepemimpinan Parlemen Muda untuk Demokrasi yang Berkelanjutan” yang dihadiri legislator muda DPR RI dari berbagai fraksi serta Ketua Dewan Pembina The Habibie Center Ilham Habibie.
Eddy menilai generasi muda di parlemen memiliki posisi strategis untuk menghadirkan standar baru dalam menjalankan fungsi parlemen.
“Legislator muda harus menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas demokrasi Indonesia. Kita memiliki kesempatan untuk membangun budaya parlemen yang terbuka, berbasis data, responsif terhadap aspirasi masyarakat, dan berorientasi pada penyelesaian masalah,” kata Eddy.
Menurut Eddy, demokrasi Indonesia telah memiliki fondasi prosedural melalui penyelenggaraan pemilu secara berkala dan pergantian kekuasaan secara konstitusional.
Namun, tantangan berikutnya adalah memastikan proses demokrasi tersebut menghasilkan kebijakan dan kinerja institusi yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
“Demokrasi kita seharusnya tidak berhenti sebatas prosedur. Sudah waktunya kita menatap urgensi demokrasi berkualitas. Setelah masyarakat memberikan mandat, pekerjaan kita adalah membuktikan bahwa mandat itu menghasilkan kebijakan yang lebih baik dan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat,” tegasnya.
Dorong Demokrasi Substansial
Eddy mengajak legislator muda mendorong pergeseran dari demokrasi yang hanya menitikberatkan prosedur menuju demokrasi substansial yang berorientasi pada hasil setelah mandat politik diberikan.
“Demokrasi prosedural menjawab siapa yang memilih dan siapa yang dipilih. Demokrasi substansial berbicara mengenai apa yang dihasilkan setelah mandat itu diberikan. Di situlah kualitas demokrasi kita akan benar-benar diuji,” jelasnya.
Menurut Eddy, demokrasi substansial dapat tercermin melalui kualitas kebijakan publik, perlindungan hak masyarakat, pemerataan kesempatan, serta kemampuan negara merespons berbagai tantangan baru.
Ia menyebut perubahan iklim, transisi energi, digitalisasi, kecerdasan buatan, lapangan kerja, dan ketimpangan ekonomi sebagai sejumlah persoalan yang membutuhkan kebijakan dengan perspektif jangka panjang.
Eddy menilai legislator muda memiliki keunggulan untuk membawa perspektif baru ke parlemen sehingga kapasitas mereka perlu terus diperkuat dalam memahami persoalan publik dan menerjemahkannya menjadi kebijakan efektif.
Perbedaan Politik Tak Hilangkan Tanggung Jawab Bersama
Eddy menegaskan perbedaan partai maupun pilihan politik tidak menghilangkan tanggung jawab para legislator dalam menjaga demokrasi dan memastikan parlemen bekerja bagi masyarakat.
“Partai boleh berbeda dan pilihan politik boleh berbeda. Kita tetap memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga demokrasi dan memastikan parlemen bekerja untuk kepentingan rakyat,” ujarnya.
Ia mendorong penguatan demokrasi Indonesia dimulai dari peningkatan kualitas kerja parlemen, termasuk melalui peran generasi muda yang kini menjadi anggota legislatif.
“Kalau kita ingin demokrasi Indonesia semakin kuat, mari kita mulai dari parlemen. Mari kita buktikan kepada masyarakat bahwa legislator muda mampu menghadirkan kualitas legislasi yang lebih baik, kinerja parlemen yang lebih kuat, dan demokrasi yang semakin substansial,” pungkas Eddy.
- Penulis :
- Aditya Yohan



