
Pantau - Balai Besar Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Daerah Tertinggal (BBPPMD) Jakarta meminta desa menjadi garda terdepan dalam mengenali risiko, membangun kesiapsiagaan, dan melakukan respons awal ketika bencana terjadi.
Kepala BBPPMD Jakarta Enirawan menyampaikan hal tersebut dalam Webinar Lentera Vol. XIX bertajuk "Manajemen Kebencanaan Berbasis Masyarakat untuk Mewujudkan Desa Tangguh dan Sehat" yang diikuti dari Jakarta, Kamis (20/8/2026).
"Desa bukan sekadar wilayah yang terdampak bencana, tetapi merupakan garda terdepan dalam mengenali risiko, mendeteksi dini kebencanaan, membangun kesiapsiagaan, melindungi kelompok rentan, memberi pertolongan awal, serta mendukung proses pemulihan masyarakat," ujar Enirawan.
Masyarakat Jadi Pelaku Utama Penanggulangan Bencana
Enirawan mengatakan desa memiliki posisi strategis dalam penanggulangan bencana karena masyarakat setempat paling memahami kondisi wilayah, potensi risiko, sumber daya lokal, serta kebutuhan warganya.
Ia menekankan upaya penanggulangan bencana tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah dan lembaga penanggulangan bencana.
Masyarakat perlu ditempatkan sebagai subjek utama dalam membangun ketangguhan desa karena memiliki pengetahuan langsung mengenai kondisi dan potensi risiko di wilayah masing-masing.
Pendekatan manajemen kebencanaan berbasis masyarakat karena itu dinilai penting untuk menjadikan warga bukan hanya sebagai penerima bantuan, tetapi juga pelaku utama dalam pengurangan risiko dan penanggulangan bencana.
Indonesia Hadapi Kerawanan Bencana Tinggi
Enirawan sebelumnya menyampaikan Indonesia memiliki tingkat kerawanan bencana yang tinggi akibat kondisi geografis, geologis, dan demografis.
Berbagai daerah di Indonesia menghadapi potensi gempa bumi, banjir, tanah longsor, wabah penyakit, hingga bencana akibat faktor manusia.
Kondisi tersebut membuat kesiapsiagaan harus dilakukan secara berkelanjutan karena waktu terjadinya bencana tidak dapat diprediksi secara pasti.
BBPPMD Jakarta berharap penguatan manajemen kebencanaan berbasis masyarakat diterapkan di setiap desa melalui sinergi pemerintah desa, kelembagaan desa, kader kesehatan, relawan, dan seluruh komponen masyarakat.
Sinergi tersebut diarahkan untuk membangun desa yang tangguh, sehat, dan mandiri dalam menghadapi berbagai ancaman bencana.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



