
Pantau - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang, Jawa Barat, telah menyalurkan 828.000 liter air bersih kepada warga di 15 desa yang terdampak kekeringan pada musim kemarau tahun ini.
Kekeringan yang berlangsung sejak beberapa bulan terakhir tersebut melanda 15 desa di lima kecamatan dan menyebabkan 17.882 jiwa dari 5.853 keluarga mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
BPBD Salurkan Ratusan Ribu Liter Air
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Karawang Ferry Muharram mengatakan distribusi air dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di wilayah yang mengalami krisis air bersih.
“Hingga saat ini, total sudah 828.000 liter air bersih yang telah disalurkan ke daerah yang mengalami krisis air bersih,” katanya di Karawang, Kamis (20/8/2026).
Berdasarkan data BPBD Karawang, sebanyak 273.000 liter air bersih didistribusikan langsung oleh BPBD.
Sebanyak 555.000 liter lainnya disalurkan melalui kolaborasi BPBD dengan sejumlah pihak, antara lain Perumdam/PDAM, PMI, Baznas, dan pihak lainnya.
Distribusi air bersih tersebut menjadi bagian dari penanganan dampak kemarau untuk membantu masyarakat yang menghadapi keterbatasan ketersediaan air.
Kekeringan Tersebar di Lima Kecamatan
Di Kecamatan Pangkalan, kekeringan melanda Desa Mulangsari, Kertasari, Jatilaksana, Ciptasari, Medalsari, dan Cintaasih.
Di Kecamatan Tegalwaru, wilayah terdampak mencakup Desa Kutalanggeng dan Cintalanggeng.
Krisis air bersih juga terjadi di Kecamatan Ciampel yang meliputi Desa Mulyasejati, Kutanegara, dan Parungmulya.
Kekeringan turut melanda Desa Wanakerta di Kecamatan Telukjambe Barat serta Desa Sukaluyu, Puserjaya, dan Sirnabaya di Kecamatan Telukjambe Timur.
BPBD Karawang bersama pihak terkait akan terus mendistribusikan air bersih ke wilayah terdampak dengan menyesuaikan kebutuhan masyarakat dan kondisi di lapangan.
- Penulis :
- Aditya Yohan



