
Pantau - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menyiapkan Blok F dan Blok G sebagai tahap awal pengembangan kawasan Transit-Oriented Development (TOD) Manggarai, Jakarta Selatan, dengan rencana pembangunan 1.232 unit hunian yang terintegrasi dengan transportasi publik.
Tahap awal pengembangan tersebut memanfaatkan lahan sekitar 21.939 meter persegi atau setara dengan 2,19 hektare.
Blok F memiliki luas sekitar 15.014 meter persegi, sedangkan Blok G mencakup sekitar 6.925 meter persegi.
Unit hunian yang disiapkan terdiri atas beberapa pilihan ukuran, yakni tipe 28, tipe 36, dan tipe 45.
Selain hunian, kawasan tersebut direncanakan memiliki fungsi retail untuk mendukung kebutuhan dan berbagai aktivitas masyarakat.
Hunian Terhubung dengan Stasiun Manggarai
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan pengembangan kawasan hunian di sekitar stasiun perlu diintegrasikan dengan fungsi Manggarai sebagai salah satu pusat mobilitas masyarakat.
Integrasi antara tempat tinggal dan transportasi publik diharapkan dapat membuat perjalanan sehari-hari masyarakat lebih efisien.
"Kedekatan antara hunian dan transportasi publik dapat membuat perjalanan masyarakat lebih efisien. Di Manggarai, konektivitas menjadi bagian penting agar kawasan hunian dapat terhubung dengan stasiun dan berbagai aktivitas sehari-hari," ujar Bobby.
Menurut Bobby, konektivitas menjadi salah satu unsur penting dalam pengembangan kawasan hunian di Manggarai karena masyarakat dapat memperoleh akses lebih mudah menuju stasiun maupun berbagai aktivitas sehari-hari.
KAI menargetkan pengembangan kawasan tersebut tetap memperhatikan keterpaduan antara fungsi hunian, sistem transportasi, konektivitas, dan kebutuhan masyarakat.
Groundbreaking Dijadwalkan 21 Agustus 2026
Tahap awal pembangunan kawasan TOD Manggarai dijadwalkan memasuki proses groundbreaking pada 21 Agustus 2026.
KAI juga tengah berkoordinasi dalam proses penyusunan Master Plan kawasan TOD Manggarai.
Selain Master Plan, KAI mempersiapkan Panduan Rancang Kota (PRK) Kawasan Berorientasi Transit Manggarai sebagai bagian dari tahapan pengembangan agar pelaksanaannya mengikuti ketentuan yang berlaku.
Pengembangan Blok F dan Blok G menjadi bagian dari proses penataan kawasan Manggarai yang akan dilakukan secara bertahap.
"Pengembangan Blok F dan G menjadi bagian dari penataan Manggarai secara bertahap. KAI akan menjaga agar pengembangan kawasan tetap selaras dengan transportasi, konektivitas, dan kebutuhan masyarakat," tutup Bobby.
Secara keseluruhan, tahap awal TOD Manggarai akan memanfaatkan Blok F dan Blok G untuk menyediakan 1.232 unit hunian beserta fungsi retail dengan konsep utama mengintegrasikan tempat tinggal, transportasi publik, dan aktivitas kawasan.
- Penulis :
- Shila Glorya



