HOME  ⁄  Nasional

Korban Meninggal Gempa NTT Bertambah Menjadi 75 Jiwa, BNPB Catat 3.752 Gempa Susulan

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Korban Meninggal Gempa NTT Bertambah Menjadi 75 Jiwa, BNPB Catat 3.752 Gempa Susulan
Foto: Tangkapan layar - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam konferensi pers yang dipantau di Jakarta pada Kamis 20/8/2026 (sumber: ANTARA/Tri Meilani Ameliya)

Pantau - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) bertambah menjadi 75 jiwa hingga Kamis pukul 16.00 WIB.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan jumlah tersebut bertambah empat jiwa dibandingkan data sehari sebelumnya yang mencatat 71 korban meninggal dunia.

Tambahan empat korban meninggal dunia berasal dari Kabupaten Sikka sebanyak dua orang, Kabupaten Manggarai satu orang, dan Kabupaten Nagekeo satu orang.

"Hari ini, bertambah empat jiwa dengan rincian di Kabupaten Sikka bertambah dua, Kabupaten Manggarai bertambah satu, di Nagekeo bertambah satu," ungkap Berton.

BNPB menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban meninggal dunia serta seluruh masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi di NTT.

Korban Luka Bertambah Menjadi 907 Orang

Selain korban meninggal dunia, BNPB mencatat jumlah masyarakat yang mengalami luka-luka akibat gempa juga meningkat menjadi 907 orang hingga Kamis pukul 16.00 WIB.

Jumlah korban luka tersebut bertambah sembilan orang dibandingkan data sebelumnya yang mencatat sebanyak 898 orang.

Seluruh tambahan sembilan korban luka tersebut tercatat berasal dari Kabupaten Ngada.

BNPB memastikan penanganan terhadap masyarakat yang terdampak gempa masih terus dilakukan di tengah aktivitas gempa susulan yang masih terjadi.

BNPB Catat 3.752 Gempa Susulan

Berdasarkan data terkini BNPB, sebanyak 3.752 gempa susulan telah terjadi di wilayah yang terdampak gempa NTT.

Salah satu gempa susulan yang dirasakan masyarakat pada Kamis terjadi pukul 10.47 waktu setempat dengan kekuatan magnitudo 5,7.

BNPB sebelumnya mengimbau masyarakat di wilayah terdampak agar tetap waspada dan dalam kondisi siap siaga karena aktivitas gempa susulan masih tergolong tinggi.

"Dengan masih banyaknya gempa susulan dan tergolong besar, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan tetap siap siaga," ungkap Berton.

Seiring masih berlangsungnya aktivitas gempa susulan, BNPB meminta masyarakat berhati-hati sebelum kembali ke rumah atau bangunan yang terdampak gempa.

Warga diminta memastikan terlebih dahulu kondisi dan keamanan bangunan sebelum kembali atau memasuki bangunan yang mengalami dampak akibat gempa bumi.

Penulis :
Arian Mesa