HOME  ⁄  Nasional

Kader PKK Jakarta Timur Bergerak Cegah Stunting melalui Edukasi dan Pendampingan Keluarga

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Kader PKK Jakarta Timur Bergerak Cegah Stunting melalui Edukasi dan Pendampingan Keluarga
Foto: (Sumber :Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Jakarta Timur Essie Feransie Munjirin bersilaturahmi ke Posyandu Dewa 2 di Jalan Gelanggang Olahraga RW 06, Kelurahan Makasar, Kecamatan Makasar, Rabu (29/4/2026). ANTARA/HO-Pemerintah Kota Jakarta Timur.)

Pantau - Kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Jakarta Timur diperkuat sebagai penggerak pencegahan stunting melalui edukasi dan pendampingan keluarga untuk mempercepat penurunan kasus pada 2026.

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Jakarta Timur Essie Feransie Munjirin mengatakan posisi kader yang dekat dengan masyarakat membuat mereka memiliki peran strategis dalam pencegahan stunting.

"Peran aktif kader PKK dalam mendukung upaya percepatan penurunan stunting, karena kader PKK memiliki peran strategis, berasa dekat dengan keluarga dan masyarakat," kata Essie di Jakarta, Jumat (21/8/2026).

Menurut Essie, kedekatan tersebut perlu dimanfaatkan untuk memperkuat peran kader dalam memberikan edukasi, melakukan pencegahan, dan mendampingi keluarga di wilayah masing-masing.

"Melalui kegiatan ini, kami berharap seluruh peserta dapat memperoleh pengetahuan dan wawasan yang dapat diterapkan di wilayah masing-masing," ujar Essie.

Upaya pencegahan stunting melibatkan kader PKK dari tingkat kota, kecamatan, kelurahan, RW hingga RT serta kader Posyandu, pengelola Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA), dan kader PIK Keluarga.

"Dengan memperkuat sinergi antara kader, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan, semua dapat mewujudkan generasi yang sehat, berkualitas, dan bebas stunting," kata Essie.

Pemerintah Kota Jakarta Timur melalui Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) turut meningkatkan kapasitas kader PKK sebagai bagian dari percepatan penurunan stunting.

"Kami sudah melakukan kegiatan penguatan Kader PKK dalam rangka percepatan penurunan stunting tingkat Kota Jakarta Timur Tahun 2026," kata Kepala Suku Dinas PPAPP Kota Jakarta Timur Ferlina Kirtiasih saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.

Ferlina menjelaskan stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis yang perlu dicegah sejak masa kehamilan hingga periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Peningkatan pemahaman masyarakat mengenai stunting dan langkah pencegahannya diharapkan mendukung pencapaian target penurunan prevalensi stunting pemerintah pada 2026.

"Sehingga dapat tercapainya target pemerintah dalam penurunan prevelensi angka stunting di Tahun 2026 menjadi 18,8 persen. Dengan penurunan angka prevelensi stunting, diharapkan Indonesia dapat memiliki sumber daya manusia yang potensial," kata Ferlina.

Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur sebelumnya mencatat 812 kasus stunting pada awal 2025 yang terdiri atas 268 anak berstatus sangat pendek dan 544 anak berstatus pendek.

Cakung mencatat jumlah tertinggi dengan 147 anak, disusul Kramat Jati 102 anak, Matraman 100 anak, Cipayung 95 anak, Ciracas 82 anak, Duren Sawit dan Jatinegara masing-masing 69 anak, Pulogadung 57 anak, Pasar Rebo 53 anak, serta Makasar 38 anak.

Penulis :
Aditya Yohan