HOME  ⁄  Nasional

Basarnas Mengevakuasi Dua Lansia Korban Gempa NTT yang Luka Berat dengan Helikopter

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Basarnas Mengevakuasi Dua Lansia Korban Gempa NTT yang Luka Berat dengan Helikopter
Foto: (Sumber :Personel Basarnas menggendong dan menaikkan seorang korban gempa yang mengalami luka berat ke helikopter untuk dievakuasi dari pengungsian di Kecamatan Lamba Leda Utara, Manggarai Timur ke Rumah Sakit Umum Daerah Pratama Komodo di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Jumat (21/8/2026) ANTARA/HO-Basarnas.)

Pantau - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) melanjutkan evakuasi medis menggunakan helikopter terhadap dua lansia korban gempa bumi yang mengalami luka berat di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat, 21 Agustus 2026.

Deputi Bidang Operasi dan Siaga Basarnas Edy Prakoso mengatakan helikopter Dauphin AS 365 N3+ milik Basarnas berhasil mendarat di Kampung Ronting, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, untuk menjemput kedua korban.

"Mereka dua lansia yang mengalami cedera berat berdasarkan pemeriksaan awal tim medis Kementerian Kesehatan yang bertugas di lokasi," kata Edy.

Basarnas mengonfirmasi korban pertama merupakan laki-laki berusia 81 tahun yang diduga mengalami cedera tulang belakang.

Korban kedua merupakan perempuan berusia 71 tahun dengan dugaan patah tulang dasar tengkorak.

Kedua korban sebelumnya dievakuasi dari lokasi pengungsian menuju posko terpadu terdekat dari wilayah desa mereka pada Kamis, 20 Agustus 2026.

Evakuasi tersebut dilakukan personel Kantor SAR Maumere bersama unsur SAR lainnya.

Proses evakuasi lanjutan dari Lamba Leda menuju Labuan Bajo sempat terkendala masalah teknis di lapangan dan pertimbangan keselamatan sehingga baru dapat dilaksanakan pada Jumat.

"Kedua penyintas tersebut akan diterbangkan menuju Bandara Komodo dan langsung dirujuk ke RSUD Pratama Komodo, Labuan Bajo, untuk mendapatkan penanganan medis intensif," kata Edy.

Edy yang memimpin langsung pelaksanaan evakuasi medis dari Manggarai Timur memastikan personel Basarnas tetap bersiaga di NTT untuk membantu masyarakat terdampak gempa.

Personel juga terlibat dalam pendistribusian logistik kebutuhan pokok dan perlengkapan pengungsian ke sejumlah wilayah terdampak.

"Kami siap melakukan upaya pencarian, pertolongan, dan pelayanan kemanusiaan melalui jalur darat maupun udara guna memastikan seluruh masyarakat terdampak memperoleh bantuan secara cepat, tepat, dan optimal," kata Edy.

Penulis :
Ahmad Yusuf