
Pantau - Pulau Onrust di Kabupaten Kepulauan Seribu menghidupkan kembali catatan panjang perjalanan ibadah haji masyarakat Indonesia melalui pameran “Dari Batavia ke Baitullah: Memori Haji Masa Silam” yang berlangsung mulai 21 Agustus 2026 hingga 1 Januari 2027.
Pameran Temporer Museum Arkeologi Onrust Tahun 2026 tersebut menyajikan sejarah perjalanan jamaah haji Nusantara ketika kapal laut masih menjadi moda transportasi utama menuju Tanah Suci.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Aspemkesra) Kabupaten Kepulauan Seribu Purnomo mengatakan pameran tersebut memperlihatkan perjalanan haji dari sisi yang lebih luas, tidak hanya sebagai perjalanan spiritual.
“Pameran ini membawa kita untuk melihat perjalanan haji lebih luas, karena ini bukan hanya perjalan spiritual tapi perjalanan panjang mempertemukan budaya bangsa dan pengetahuan,” ungkap Purnomo.
Menurut Purnomo, pameran tersebut juga memberikan dampak positif dalam memperkenalkan lebih jauh sejarah Pulau Onrust kepada masyarakat.
Pulau Onrust dinilai menyimpan banyak catatan sejarah, khususnya terkait perjalanan ibadah haji, sehingga sejarah tersebut perlu diperkenalkan secara lebih luas.
“Kegiatan ini penting menjadi ruang untuk mengenal sejarah secara menyeluruh,” kata Purnomo.
Menelusuri Perjalanan Haji dengan Kapal Laut
Pameran “Dari Batavia ke Baitullah: Memori Haji Masa Silam” mengangkat kisah perjalanan jamaah haji pada masa lalu saat kapal laut menjadi sarana transportasi utama menuju Tanah Suci.
“Melalui pameran ini, pengunjung diajak menelusuri jejak panjang perjalanan para jamaah haji nusantara menuju Tanah Suci,” ujar Purnomo.
Kepala Unit Pengelola Museum Kebaharian Jakarta Mis Ari menjelaskan Pulau Onrust merupakan salah satu titik penting dalam sejarah perjalanan ibadah haji di Indonesia.
Pada periode 1911–1933, Pulau Onrust berfungsi sebagai Pusat Karantina Haji pada masa Pemerintah Hindia Belanda.
Pulau tersebut digunakan sebagai tempat karantina jamaah haji, baik sebelum keberangkatan menuju Tanah Suci maupun setelah mereka kembali dari perjalanan haji.
Berbagai koleksi, artefak, arsip, foto, dan narasi sejarah ditampilkan dalam pameran untuk menghidupkan kembali memori perjalanan jamaah haji pada masa silam.
Materi tersebut sekaligus memperlihatkan posisi Pulau Onrust dalam sejarah maritim Indonesia serta penyelenggaraan perjalanan ibadah haji.
“Sekaligus memperkenalkan peran strategis Pulau Onrust dalam jaringan sejarah maritim dan penyelenggaraan ibadah haji di Indonesia,” kata Mis Ari.
Pameran Dikembangkan Bersama Institusi Dalam dan Luar Negeri
Pameran tersebut dikembangkan melalui kolaborasi dengan berbagai institusi dari Indonesia dan luar negeri untuk menghadirkan sejarah perjalanan haji masa lampau secara lebih komprehensif.
Institusi luar negeri yang terlibat antara lain Sultanate of Oman dan Ministry of Heritage and Tourism of the Sultanate of Oman.
Dari Indonesia, kolaborasi melibatkan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta serta Departemen Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia.
Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA), Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Tarumanagara, serta Program Studi Sejarah dan Peradaban Islam Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) juga terlibat dalam pengembangan pameran.
Sejumlah kolaborator lainnya turut dilibatkan untuk menghadirkan berbagai materi yang menggambarkan sejarah perjalanan jamaah haji sekaligus memperkenalkan peran Pulau Onrust dalam jaringan sejarah maritim Indonesia.
- Penulis :
- Leon Weldrick



