
Pantau - Anggota Komisi IV DPR RI Rajiv mendesak Kementerian Keuangan segera mencairkan anggaran darurat sebesar Rp290 miliar untuk mendukung operasional pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Rajiv menilai penanganan harus segera dilakukan karena karhutla telah berdampak terhadap masyarakat dan memperburuk kualitas udara di sejumlah wilayah.
"Karhutla saat ini telah berdampak pada kesehatan, pendidikan, transportasi hingga aktivitas ekonomi. Nah, kondisi itu diperparah cuaca kering karena fenomena El Nino," kata Rajiv dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu (22/8/2026).
DPR Dorong Patroli hingga Penegakan Hukum
Rajiv mengatakan penanganan karhutla beserta dampaknya harus dilakukan secara luar biasa, termasuk dengan mempersiapkan pemulihan ekosistem setelah kebakaran berhasil ditangani.
Pemulihan tersebut antara lain dapat dilakukan melalui penanaman kembali kawasan hutan dan lahan yang terdampak kebakaran.
Menurut dia, petugas juga perlu memperketat patroli terpadu di daerah rawan serta menggencarkan sosialisasi larangan pembakaran lahan kepada masyarakat dan korporasi.
Rajiv turut meminta penyebab kebakaran diselidiki agar pihak yang bertanggung jawab dapat diproses sesuai ketentuan yang berlaku.
"Penegakan hukum harus berjalan dan terukur sambil berjalan dengan upaya pemulihan karhutla," katanya.
Karhutla Masih Muncul di Kalimantan
Berdasarkan data BNPB pada Jumat (21/8/2026), sejumlah kejadian karhutla baru masih muncul di beberapa wilayah Kalimantan.
Di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, karhutla kembali muncul di Kecamatan Tanah Grogot, Batu Sopang, dan Batu Engau dengan total luas lahan terbakar sekitar 25,29 hektare.
Karhutla juga terjadi di Kabupaten Kutai Kartanegara, antara lain di Kecamatan Loa Kulu, Tenggarong, Sanga-Sanga, Muara Muntai, Muara Jawa, dan Kota Bangun.
Total lahan yang terbakar di wilayah tersebut pada hari itu mencapai 49,55 hektare, dengan kebakaran terluas dilaporkan mencapai 42 hektare.
Rajiv mengapresiasi BNPB, kepolisian, pemerintah daerah, dan berbagai pihak yang telah bekerja menangani asap serta kebakaran di sejumlah wilayah.
"Ke depan, perlu diperkuat sinergi antara Manggala Agni, TNI, Polri, dan pemda dalam pendinginan dini sebelum api meluas," katanya.
- Penulis :
- Aditya Yohan



