
Pantau - Asosiasi Vila Bali (BVA) memperluas pangsa pasar usaha penginapan vila melalui peluncuran laman resmi terintegrasi guna meningkatkan konektivitas pelaku usaha sekaligus mendukung pariwisata berkualitas di Bali.
Ketua BVA Ismoyo S Seomarlan mengatakan terobosan tersebut diharapkan membantu pelaku usaha menjangkau pasar secara lebih luas dan efisien serta memudahkan wisatawan memperoleh akses terhadap akomodasi.
“Website ini adalah pintu gerbang baru menuju konektivitas, kolaborasi, informasi, dan peluang pasar,” kata Ismoyo di Denpasar, Sabtu (22/8/2026).
Peluncuran laman tersebut juga dimanfaatkan asosiasi untuk memperkuat identitas dan arah organisasi dalam mengembangkan industri vila di Bali.
BVA Perkuat Kolaborasi Industri Vila
BVA berupaya mempertemukan pengusaha vila, pemerintah, pemangku kepentingan pariwisata, masyarakat, dan mitra industri dalam sebuah ekosistem yang kolaboratif melalui laman resmi tersebut.
Asosiasi juga menegaskan komitmen memperkuat komunikasi, profesionalisme, kolaborasi, serta pengembangan peluang usaha di dalam ekosistem industri vila dan pariwisata Bali.
BVA saat ini memiliki 70 anggota dengan jumlah kamar yang diperkirakan mencapai ribuan unit dan tersebar di sejumlah destinasi wisata di Bali.
Hunian Vila Bali Meningkat pada Juni 2026
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali mencatat jumlah kedatangan wisatawan mancanegara selama semester I-2026 mencapai 3,2 juta orang.
Jumlah tersebut mengalami kontraksi 2,42 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencapai 3,28 juta wisatawan mancanegara.
Tingkat penghunian kamar pada vila yang masuk kategori hotel nonbintang dan akomodasi lainnya tercatat mencapai 38,92 persen pada Juni 2026.
Angka tingkat penghunian kamar tersebut meningkat 1,71 persen dibandingkan Mei 2026.
Sementara itu, rata-rata lama menginap wisatawan asing di hotel nonbintang dan akomodasi lainnya pada Juni 2026 mencapai 2,22 malam.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



