
Pantau - Tim gabungan menambah personel dan peralatan untuk mempercepat pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang telah membakar ratusan hektare lahan di Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Riau.
Kebakaran yang didominasi lahan gambut tersebut masih menyisakan titik api sehingga luas lahan yang terbakar diperkirakan terus bertambah.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau Edi Afrizal mengatakan sebelumnya sebanyak 15 personel BPBD Riau telah berada di lokasi karhutla.
Sebanyak 12 personel Manggala Agni Daerah Operasi Rengat dan 13 personel regu bantuan kendali operasi dari Daops Siak juga telah diterjunkan.
“Hari ini bertambah lagi satu regu dari Daops Rengat sebanyak 12 orang. Selain itu, ada 30 personel dari Polda Riau dan 20 personel dari Kodam,” kata Edi di Pekanbaru, Minggu (23/8/2026).
Karhutla Telah Membakar Sekitar 270 Hektare
Berdasarkan data dua hari sebelumnya, luas lahan yang terbakar di Kecamatan Kerumutan telah mencapai sekitar 270 hektare.
Namun, luas kebakaran diperkirakan bertambah karena hingga kini masih terdapat titik api yang belum sepenuhnya berhasil dipadamkan.
“Waktu peninjauan lokasi dua hari lalu, luas karhutla di Kerumutan sekitar 270 hektare. Karena sampai sekarang masih ada kebakaran, tentu luasan yang terbakar kemungkinan lebih luas lagi,” ujarnya.
Tim gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, BPBD Riau, BPBD kabupaten/kota, Manggala Agni, serta unsur terkait lainnya terus berjibaku melakukan pemadaman.
Angin Kencang dan Minim Sumber Air Hambat Pemadaman
Upaya pemadaman menghadapi sejumlah kendala karena angin kencang membuat api mudah menyebar dan menyulitkan petugas mengendalikan kobaran.
Vegetasi berupa semak belukar dan pepohonan yang cukup rapat turut menambah tantangan dalam proses pemadaman.
Petugas juga menghadapi keterbatasan sumber air dan lokasi kebakaran yang berada cukup jauh dari akses kendaraan.
“Kesulitan kita memadamkan api karena anginnya kencang. Kemudian di lokasi banyak semak belukar dan pepohonan, sumber air juga sulit. Akses menuju lokasi cukup jauh, sekitar 500 meter dari akses yang bisa dilalui kendaraan,” kata Edi.
- Penulis :
- Gerry Eka



