HOME  ⁄  Nasional

Karhutla Melanda Sejumlah Wilayah, Menhan Sjafrie Minta Sinergi Penanganan Diperkuat

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Karhutla Melanda Sejumlah Wilayah, Menhan Sjafrie Minta Sinergi Penanganan Diperkuat
Foto: Menhan Sjafrie Sjamsoeddin mengunjungi Riau untuk melihat proses penanganan karhutla, Sabtu (22/8/2026).

Pantau - Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin meminta pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh unsur terkait memperkuat sinergi dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah Indonesia.

Sjafrie menyampaikan permintaan tersebut saat mengunjungi lokasi karhutla di Riau, Sabtu (22/8/2026), sebagaimana dikutip dari keterangan akun Instagramnya pada Minggu (23/8/2026).

"Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri serta seluruh unsur terkait harus terus diperkuat untuk mengendalikan titik-titik kebakaran, mencegah meluasnya dampak dan melindungi keselamatan masyarakat," kata Sjafrie.

Menurut Sjafrie, koordinasi antarinstansi diperlukan agar proses pemadaman dapat dilakukan secara bertahap dan menyeluruh.

Menhan Minta Penanganan Karhutla Terkoordinasi

Sjafrie meminta seluruh instansi memiliki peta penanganan yang jelas untuk menghindari tumpang tindih tugas dalam mengatasi karhutla.

Pembagian tugas yang terkoordinasi diharapkan membuat penanganan kebakaran dapat dilakukan secara sistematis dan menghasilkan dampak maksimal.

"Seluruh sumber daya yang tersedia harus dioptimalkan untuk menjaga keselamatan rakyat, kelestarian lingkungan serta keamanan wilayah," ujar Sjafrie.

Pemerintah saat ini memfokuskan penanganan karhutla di enam provinsi yang dinilai paling rawan, yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago sebelumnya mengatakan enam wilayah tersebut menjadi daerah yang mendapat perhatian utama pemerintah.

"Dari daerah yang kita waspadai sebagai daerah yang paling kritis ada enam provinsi yakni Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Riau," kata Djamari dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (10/8/2026).

Pemerintah Kerahkan 43 Helikopter

Enam provinsi tersebut dinilai rawan karena memiliki kawasan lahan gambut yang mudah terbakar ketika kondisi kering pada musim kemarau dan diperparah pengaruh El Niño.

Karhutla juga terjadi di sejumlah wilayah lain, termasuk kawasan Gunung Bromo di Jawa Timur, Gunung Gede Pangrango di Jawa Barat, dan Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat.

Pemerintah mengerahkan sekitar 43 helikopter untuk mendukung operasi pemadaman karhutla dari udara di berbagai wilayah terdampak.

"Kita mengerahkan sekitar 43 helikopter sampai dengan hari ini, ditambah dengan fixed-wing juga bisa antara 10 sampai dengan 15 sesuai dengan kebutuhan," katanya.

Selain operasi udara, pemerintah melakukan pemadaman dari darat dengan memanfaatkan tangki fleksibel sebagai tempat penampungan air sementara bagi petugas lapangan.

Pemerintah juga terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk memastikan penanganan karhutla berjalan secara terpadu.

Penulis :
Gerry Eka