HOME  ⁄  Nasional

Dinkes Papua Tengah Siapkan 60 Ribu Masker untuk Cegah Dampak Kabut Asap dan ISPA

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Dinkes Papua Tengah Siapkan 60 Ribu Masker untuk Cegah Dampak Kabut Asap dan ISPA
Foto: (Sumber :Plt. Kepala Dinas Kesehatan Papua Tengah dr. Agus saat diwawancarai di Nabire, Senin (24/8/2026). (ANTARA/Ali Nur Ichsan).)

Pantau - Dinas Kesehatan Papua Tengah mengajak masyarakat menerapkan protokol kesehatan untuk mengurangi paparan kabut asap dan debu yang berpotensi meningkatkan risiko gangguan saluran pernapasan di tengah cuaca kering dan meningkatnya kebakaran hutan dan lahan.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Papua Tengah dr. Agus mengatakan masyarakat perlu tetap tenang dan mengutamakan langkah pencegahan di tengah penguatan fenomena El Nino.

“Gunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan serta membatasi kegiatan di luar rumah, terutama ketika kondisi udara dipengaruhi asap dan debu. Pencegahan saat ini paling penting,” katanya.

Warga Diminta Batasi Aktivitas di Luar Rumah

Dinkes mengingatkan masyarakat menjaga kondisi tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, makan secara teratur, serta memilih aktivitas olahraga di dalam ruangan selama kualitas udara belum membaik.

Masyarakat juga diminta menghemat penggunaan air dan menjaga kebersihan sumber air karena musim kemarau dapat mengurangi ketersediaan air bersih serta berdampak terhadap sanitasi.

“Jangan membakar sampah sembarangan, kemudian membuang puntung rokok sembarangan, dan juga lebih memanfaatkan air itu sebaik mungkin dan sebijak mungkin,” ujarnya.

BMKG Nabire sebelumnya mengingatkan peningkatan titik panas di wilayah tersebut berpotensi memengaruhi kualitas udara, sementara kabut asap dalam beberapa hari terakhir menyelimuti sejumlah wilayah Nabire akibat kebakaran hutan dan lahan.

Partikel asap pembakaran dan debu dapat bertahan di atmosfer ketika hujan belum turun sehingga berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama pada saluran pernapasan.

Dinkes Siapkan 60 Ribu Masker Antisipasi ISPA

Dinkes Papua Tengah telah menyiapkan sekitar 60 ribu masker untuk masyarakat sebagai langkah mengantisipasi peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA.

Sekitar 1.000 masker juga dibagikan setiap hari di sejumlah ruang publik untuk mengurangi paparan asap dan debu akibat meningkatnya kebakaran hutan dan lahan di Nabire.

Agus meminta masyarakat segera mendatangi puskesmas, klinik, atau rumah sakit apabila mulai mengalami gejala gangguan pernapasan.

”Kalau misalnya ada gejala batuk, kemudian juga kalau ada demam, ISPA, harus segera berobat dan memeriksakan diri ke puskesmas ataupun fasilitas kesehatan terdekat,” katanya.

Warga secara khusus diminta segera mencari pertolongan medis apabila mengalami batuk dan pilek lebih dari tiga hari, demam tinggi, napas cepat, sesak dada, atau perubahan warna bibir dan kulit menjadi kebiruan.

Penulis :
Ahmad Yusuf