
Pantau - Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) telah menjangkau 73,8 juta penduduk Indonesia hingga 31 Juli 2026 dan dinilai perlu dilanjutkan dengan tindak lanjut medis agar pemeriksaan tidak berhenti pada deteksi risiko penyakit.
Dokter sekaligus akademisi dr. Dito Anurogo, M.Sc., Ph.D. menilai keberhasilan program kesehatan tidak cukup diukur berdasarkan jumlah masyarakat yang menjalani pemeriksaan, tetapi juga dari kemampuan mencegah mereka jatuh sakit.
"Pertanyaan yang harus menjadi kompas kebijakan bukan lagi hanya, “Berapa banyak rakyat Indonesia sudah diperiksa?” melainkan, “Berapa banyak rakyat Indonesia yang berhasil kita cegah agar tidak jatuh sakit?”" ungkap Dito.
Menurutnya, CKG membuka peluang mengubah pendekatan kesehatan dari penanganan setelah seseorang sakit menjadi deteksi risiko dan pencegahan penyakit sejak dini.
Hasil Pemeriksaan Perlu Ditindaklanjuti
Dito menilai angka 73,8 juta peserta menjadi indikator penting terkait akses masyarakat terhadap pemeriksaan kesehatan, tetapi jumlah pemeriksaan bukan tujuan akhir program.
Keberhasilan program dinilai bergantung pada tindak lanjut terhadap temuan pemeriksaan, seperti pengendalian tekanan darah tinggi, penanganan gula darah abnormal, pencegahan obesitas, serta pemeriksaan lanjutan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Pemeriksaan kesehatan pada dasarnya menghasilkan informasi yang baru memberikan manfaat apabila diikuti keputusan dan tindakan sesuai kondisi pasien.
Hipertensi dapat berkembang selama bertahun-tahun tanpa gejala sebelum berujung pada stroke, penyakit jantung, atau kerusakan ginjal.
Diabetes juga dapat berkembang tanpa keluhan nyata hingga menimbulkan gangguan pada mata, saraf, pembuluh darah, maupun ginjal.
CKG Didorong Menjadi Awal Rantai Layanan Kesehatan
CKG dinilai perlu menjadi awal perjalanan layanan kesehatan dengan menyediakan jalur tindak lanjut yang jelas bagi setiap temuan abnormal.
Tindak lanjut tersebut mencakup penentuan masyarakat yang cukup memperoleh edukasi, membutuhkan pemeriksaan ulang, memerlukan obat, harus dirujuk, hingga penjadwalan kontrol berikutnya.
Pendekatan itu diharapkan membentuk rantai layanan mulai dari deteksi, konfirmasi, intervensi, pemantauan, hingga evaluasi hasil kesehatan masyarakat.
Perubahan paradigma dari sekadar "cek kesehatan" menjadi "cegah sakit" dinilai penting agar deteksi dini benar-benar mampu mengurangi risiko penyakit dan beban kesehatan masyarakat.
- Penulis :
- Aditya Yohan



