
Pantau - Komisi IX DPR RI menyoroti kerusakan fasilitas kesehatan dan mendorong percepatan pemulihan pelayanan medis pascagempa bermagnitudo 7,7 yang melanda Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 15 Agustus 2026.
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris menyampaikan hal tersebut saat melakukan kunjungan di Ruteng, Jumat (21/8/2026).
Charles juga mengapresiasi pemerintah daerah, tenaga kesehatan, aparat, dan relawan yang terlibat dalam penanganan masyarakat terdampak gempa.
"Kami menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, pemerintah kabupaten, tenaga kesehatan, BPBD, TNI, Polri, relawan, serta seluruh pihak yang telah bekerja dalam penanganan masyarakat terdampak," ujar Charles.
Sebanyak 68 Puskesmas Mengalami Kerusakan
Komisi IX mencatat sebanyak 68 dari 190 puskesmas yang beroperasi di Flores mengalami kerusakan akibat gempa.
Sebanyak 19 puskesmas yang terdampak bahkan dilaporkan belum dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat.
"Di Kabupaten Manggarai, RSUD Ruteng mengalami kerusakan serius sehingga sebagian pelayanan harus dilakukan di luar bangunan rumah sakit, sedangkan RS Pratama Reo mengalami kerusakan sangat berat dan pelayanan harus dialihkan ke fasilitas sementara," tegas Charles.
Komisi IX menegaskan pengawasan tidak hanya dilakukan terhadap RSUD Ruteng dan RS Pratama Reo, tetapi juga seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di kawasan terdampak.
Evaluasi mencakup status operasional dan kapasitas pelayanan rumah sakit serta kebutuhan tenaga kesehatan, obat-obatan, alat medis, rehabilitasi, dan rekonstruksi infrastruktur kesehatan.
"Kami ingin memperoleh gambaran mengenai kondisi seluruh rumah sakit, puskesmas, dan fasilitas pelayanan kesehatan di kabupaten-kabupaten terdampak di Flores untuk memetakan penanganan lebih lanjut," imbuhnya.
Rumah Sakit Rujukan Disiagakan untuk Korban Gempa
Komisi IX mendorong optimalisasi rumah sakit rujukan di sekitar wilayah terdampak agar memiliki kapasitas memadai untuk menerima limpahan pasien.
Kementerian Kesehatan telah menyiagakan RSUD Borong, RSUD Bajawa, RSUD Nagekeo, RSUD Ende, dan RSUD TC Hillers Sikka sebagai fasilitas pendukung utama.
"Komisi IX ingin memperoleh satu gambaran yang menyeluruh mengenai kondisi korban dan pengungsi, kerusakan dan operasional fasilitas kesehatan, sistem rujukan, pelayanan JKN, keamanan obat, serta kebutuhan pangan dan gizi," ujarnya.
Berdasarkan data BNPB hingga 21 Agustus 2026, gempa tersebut menyebabkan 83 orang meninggal dunia, 986 orang luka-luka, dan 110.785 jiwa mengungsi.
Bencana itu juga mengakibatkan sedikitnya 44.946 rumah warga di delapan kabupaten mengalami kerusakan dengan dampak terparah tercatat di Kabupaten Manggarai Timur.
- Penulis :
- Aditya Yohan



