HOME  ⁄  Nasional

Festival Kampung Tugu Perkuat Keberagaman dan Pelestarian Budaya di Jakarta Utara

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Festival Kampung Tugu Perkuat Keberagaman dan Pelestarian Budaya di Jakarta Utara
Foto: (Sumber :Festival Kampung Tugu yang digelar di kawasan Kampung Tugu, Koja, Jakarta Utara yang bertepatan dengan HUT ke-279 Gedung Gereja Tugu di Jakarta, Minggu (23/8/2026). ANTARA/HO-Pemkot Jakut.)

Pantau - Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara mengapresiasi Festival Kampung Tugu yang digelar untuk memperingati HUT ke-279 Gedung Gereja Tugu sekaligus menjadi momentum menjaga keberagaman, kerukunan, dan warisan budaya di Kampung Tugu, Koja, Jakarta Utara.

Festival tersebut berlangsung di kawasan Kampung Tugu pada Minggu (23/8/2026) bertepatan dengan peringatan usia ke-279 Gedung Gereja Tugu.

Wali Kota Jakarta Utara Hendra Hidayat menilai kegiatan tersebut memiliki peran penting dalam mempertahankan warisan budaya dan keharmonisan masyarakat.

"Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat pelestarian warisan budaya sekaligus menjaga kerukunan masyarakat di daerah setempat," kata Hendra dalam siaran pers di Jakarta, Senin (24/8/2026).

Kampung Tugu Jadi Contoh Keberagaman

Hendra menyampaikan apresiasi kepada Ikatan Keluarga Besar Tugu serta GPIB Gereja Tugu yang konsisten menjaga dan melestarikan nilai-nilai warisan budaya di kawasan tersebut.

Menurut Hendra, keberagaman latar belakang masyarakat Kampung Tugu menjadi modal sosial dalam membangun Jakarta Utara yang harmonis, aman, dan maju.

Ia juga mengajak masyarakat mempertahankan kerukunan serta menjadikan Kampung Tugu sebagai kawasan yang mampu memadukan sejarah, budaya, kehidupan sosial, dan pelestarian lingkungan.

"Teruslah menjaga kerukunan. Mari kita jadikan Kampung Tugu sebagai contoh kawasan yang memadukan segala aspek kehidupan," ujarnya.

Ketua Majelis Jemaat GPIB Gereja Tugu Pendeta Josef Bates menyebut Gedung Gereja Tugu sebagai salah satu ikon Jakarta sekaligus saksi perjalanan kehidupan masyarakat dari masa ke masa.

"Marilah bersama-sama bersinergi untuk terus mendukung dan melestarikan gedung gereja yang berusia 279 tahun," katanya.

Festival Jadi Wujud Kecintaan Warga

Ketua Ikatan Keluarga Besar Tugu Rensy Poluam Mihils mengatakan Festival Kampung Tugu merupakan wujud kecintaan masyarakat terhadap kampung halaman sekaligus upaya merawat Gedung Gereja Tugu sebagai bagian penting dari sejarah kawasan.

"Festival Kampung Tugu ini merupakan wujud cinta warga Tugu terhadap kampungnya. Kami merayakan HUT Gereja Tugu yang ke-279 dan terus berkomitmen merawat serta menggunakannya," ujarnya.

Kampung Tugu juga memiliki daya tarik bagi kalangan akademisi dan peneliti karena sejarah Gereja Tugu serta kehidupan komunitas setempat terus menjadi objek penelitian.

"Banyak mahasiswa dan peneliti yang datang ke Kampung Tugu untuk meneliti sejarah Gereja Tugu. Ini menunjukkan bahwa Kampung Tugu memiliki nilai sejarah yang penting untuk terus kita jaga," kata Rensy.

Festival tersebut menjadi bagian dari upaya masyarakat dan pemerintah setempat mempertahankan nilai sejarah, budaya, serta kerukunan yang telah berkembang di Kampung Tugu.

Penulis :
Aditya Yohan