
Pantau - Polresta Lombok Tengah bersama Pusat Laboratorium Forensik Polda Bali melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mengungkap penyebab kebakaran yang menghanguskan kawasan Rumah Adat Sade di Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.
Olah TKP dilakukan pada Senin (24/8/2026) setelah kebakaran melanda kawasan kampung adat tersebut pada Sabtu (22/8/2026) sekitar pukul 22.00 WITA.
Kebakaran berdampak terhadap 75 rumah adat dan 20 rumah warga di sekitar kawasan dengan jumlah warga terdampak mencapai 320 jiwa serta kerugian sementara diperkirakan Rp34 miliar.
Polisi Kumpulkan Barang Bukti dan Keterangan Saksi
Kasatreskrim Polresta Lombok Tengah AKP Pungugan Hutahaean mengatakan penyidik mendampingi tim Puslabfor untuk memeriksa lokasi kebakaran sejak pagi hingga siang.
"Hari ini kami mendampingi tim Puslabfor melakukan olah TKP, pascakebakaran rumah Adat Sade," kata Pungugan usai kegiatan olah TKP di Kampung Wisata Sade, Senin.
Pemeriksaan dilakukan untuk mencari bukti yang dapat membantu penyidik mengetahui penyebab kebakaran di kampung adat yang menjadi salah satu ikon wisata tersebut.
"Intinya kami sedang melakukan olah TKP. Itu saja yang bisa saya sampaikan dulu," katanya.
"Kami mengumpulkan barang bukti penyebab kebakaran," katanya.
Penyidik juga meminta keterangan warga yang mengetahui peristiwa tersebut untuk melengkapi proses penyelidikan.
"Olah TKP ini juga untuk mengumpulkan keterangan saksi-saksi," katanya.
Puluhan Rumah Adat Terdampak, Kerugian Capai Rp34 Miliar
Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri mengatakan data sementara menunjukkan sebanyak 75 rumah adat dan 20 rumah warga di sekitar Kampung Adat Sade terdampak kebakaran.
Kebakaran juga merusak masjid, berugak, lumbung, 69 lapak UMKM atau art shop, gazebo, toilet, hingga gerbang adat.
"Total kerugian diperkirakan mencapai Rp34 miliar," katanya.
Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah bersama pemerintah desa telah melakukan pendataan dampak kebakaran sebagai dasar penanganan dan pemulihan kawasan.
"Jumlah jiwa yang terdampak mencapai 320 jiwa," katanya.
Pemerintah daerah selanjutnya akan membawa hasil pendataan tersebut untuk dibahas bersama Pemerintah Provinsi NTB dan pemerintah pusat, termasuk terkait pemulihan mata pencaharian warga terdampak.
- Penulis :
- Aditya Yohan



