
Pantau - Presiden Prabowo Subianto tetap memerintahkan penambahan peralatan dan personel untuk mempercepat pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau, Jambi, Sumatera Selatan, dan Lampung meskipun kondisi di empat provinsi tersebut dilaporkan relatif terkendali.
Presiden memberikan perhatian terhadap kebutuhan tambahan di lapangan agar titik api yang masih tersisa dapat segera dipadamkan dan dampak asap dapat ditangani.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan Prabowo pada Senin meninjau penanganan karhutla di Riau dan Sumatera Selatan sekaligus memimpin rapat koordinasi untuk memastikan penanganan karhutla di Pulau Sumatera berjalan dengan baik.
"Hari ini, Beliau melanjutkan perjalanan ke Pulau Sumatra, yaitu tepatnya tadi pagi Beliau berkunjung ke Riau, Pekanbaru, dan kemudian dilanjutkan ke Palembang, Sumatra Selatan. Sekali lagi, ini dalam rangka Beliau ingin memastikan mengenai penanganan karhutla yang terjadi baik di Pulau Kalimantan maupun di Pulau Sumatra. Alhamdulillah, tadi dua kali rapat koordinasi, yang terakhir juga sambung Zoom meeting dengan Forkopimda Jambi maupun Lampung," ungkap Prasetyo di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang, Sumatera Selatan, Senin sore.
Karhutla di Empat Provinsi Relatif Terkendali
Presiden menggelar dua kali rapat koordinasi, yakni di Riau pada Senin pagi dan Palembang pada siang hari, untuk menerima laporan perkembangan karhutla di empat provinsi Sumatera.
Jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jambi dan Lampung turut mengikuti rapat koordinasi tersebut secara daring.
Berdasarkan laporan yang diterima Presiden, situasi karhutla di Riau, Jambi, Sumatera Selatan, dan Lampung secara umum sudah relatif terkendali, bahkan sejumlah daerah dilaporkan tidak lagi memiliki titik api.
Meski titik api mulai berkurang, asap masih terlihat di sejumlah lokasi akibat karakteristik lahan gambut yang dapat menyimpan proses pembakaran di bawah permukaan.
Selain lahan gambut, keberadaan batu bara di sejumlah wilayah Sumatera juga dilaporkan berkaitan dengan kemunculan asap.
"Alhamdulillah, kalau untuk di Pulau Sumatra, di empat provinsi, relatif sudah terkendali. Beberapa dilaporkan sudah tidak ada titik api, tetapi memang masih ada asap yang terus muncul, karena ini kan ada lahan gambut, ada juga tadi dilaporkan, karena ada batu bara juga di wilayah-wilayah, terutama di Sumatra," ungkap Prasetyo.
Prabowo Kirim Peralatan Tambahan untuk Titik Api Tersisa
Meski kondisi relatif terkendali, Prabowo meminta jajarannya memastikan seluruh kebutuhan daerah untuk menangani titik api yang masih tersisa dapat dipenuhi.
Dalam rapat dilaporkan masih terdapat wilayah terdampak dengan luas sekitar 199 hektare yang membutuhkan penanganan.
"Bapak Presiden menekankan beberapa hal, dan yang pertama, mengenai apa yang dibutuhkan sekiranya untuk menangani titik api yang masih tersisa, meskipun jumlahnya kecil, tadi ada yang berjumlah hanya kurang lebih 199 hektare, tetapi peralatan tambahan juga dikirim oleh Bapak Presiden," ungkap Prasetyo.
Dalam rapat koordinasi yang melibatkan pemerintah daerah, kepolisian, dan TNI di empat provinsi tersebut, sejumlah kebutuhan tambahan disampaikan langsung kepada Presiden.
Peralatan yang dibutuhkan antara lain helikopter untuk melakukan pengeboman air, sepeda motor trail, selang, dan pompa air guna mempercepat pemadaman di lapangan.
Daerah juga membutuhkan tambahan alat pelindung diri (APD) dan masker untuk mendukung keselamatan petugas serta penanganan dampak asap.
Penambahan bantuan tetap dilakukan untuk mempercepat pemadaman titik api yang tersisa sekaligus memperkuat penanganan karhutla di empat provinsi Sumatera.
- Penulis :
- Arian Mesa



