HOME  ⁄  Nasional

TNI AL Siapkan Pangkalan Kapal Induk di Lampung, KRI Gajah Mada Dijadwalkan Tiba September 2026

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

TNI AL Siapkan Pangkalan Kapal Induk di Lampung, KRI Gajah Mada Dijadwalkan Tiba September 2026
Foto: Ilustrasi Kapal Induk Giuseppe Garibaldi (sumber: ANTARA/X)

Pantau - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) memastikan pembangunan pangkalan kapal induk di Lampung terus diselesaikan untuk menyambut kedatangan ITS Giuseppe Garibaldi yang nantinya berganti nama menjadi KRI Gajah Mada.

Kapal induk pertama Indonesia tersebut diperkirakan tiba dari Italia pada pertengahan September 2026, sedangkan pangkalannya ditargetkan dapat berfungsi penuh pada akhir September 2026.

Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana TNI Tunggul mengatakan infrastruktur pangkalan di Lampung saat ini memasuki tahap akhir penyelesaian.

"Untuk kesiapan infrastruktur pangkalan di Lampung sementara progres penyelesaian yang diharapkan saat kedatangan Garibaldi ke Indonesia sudah rampung," ungkap Tunggul kepada ANTARA di Jakarta, Selasa.

TNI AL belum menjelaskan secara terperinci fasilitas yang tersedia maupun perkembangan setiap bagian pembangunan pangkalan tersebut.

Kendati demikian, Tunggul memastikan pangkalan kapal induk di Lampung ditargetkan selesai dan dapat berfungsi secara penuh pada akhir September 2026.

Giuseppe Garibaldi Berlayar dari Italia Menuju Indonesia

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali sebelumnya menginformasikan KRI Gajah Mada dijadwalkan tiba di Indonesia sekitar pertengahan September 2026.

Muhammad Ali meminta dukungan dan doa masyarakat agar perjalanan kapal dari Italia menuju Indonesia berlangsung aman dan lancar.

Kapal tersebut dijadwalkan meninggalkan Italia pada Senin malam sekitar pukul 22.00 waktu setempat.

"Kami mohon doanya, malam ini mungkin jam 22, KRI Gajah Mada akan meninggalkan Italia menuju Indonesia," kata Ali dalam acara kunjungan di Kraton Majapahit, Jakarta, Senin.

Saat meninggalkan Italia, kapal induk tersebut masih menggunakan nama ITS Giuseppe Garibaldi dan berbendera Italia.

Indonesia memperoleh kapal tersebut melalui skema hibah antarpemerintah, sementara pergantian nama dan bendera akan dilakukan setelah kapal tiba di Indonesia.

"Namanya masih ITS Garibaldi, masih berbendera Italia tetapi sesampainya di Indonesia akan berganti bendera Merah Putih dan menjadi KRI Gajah Mada. Mohon doanya, semoga selamat dalam perjalanan, sukses," ujar KSAL.

Menurut Muhammad Ali, perjalanan kapal dari Italia menuju Indonesia diperkirakan membutuhkan waktu lebih dari 20 hari.

Dalam pelayaran tersebut, Giuseppe Garibaldi akan melintasi sejumlah perairan, termasuk Terusan Suez dan Laut Merah, serta mendapatkan pengawalan dari fregat-fregat Italia.

TNI AL memperkirakan kapal tersebut dapat tiba di Indonesia sekitar 15 atau 20 September 2026.

"Karena ini akan melewati Terusan Suez, melewati Laut Merah juga, tetapi dikawal juga oleh fregat-fregat Italia dan mudah-mudahan tanggal 15 atau tanggal 20 September ini sudah tiba di Indonesia," ujar Muhammad Ali.

Pergantian Bendera dan Nama Dijadwalkan 25 September

Setelah kapal tiba di Indonesia, TNI AL merencanakan prosesi pengukuhan sekaligus pergantian bendera pada 25 September 2026.

Dalam prosesi tersebut, bendera Italia akan diganti dengan Merah Putih sekaligus dilakukan pergantian nama kapal dari Giuseppe Garibaldi menjadi KRI Gajah Mada.

Presiden Prabowo Subianto direncanakan menghadiri langsung prosesi peresmian kapal induk tersebut.

"Tanggal 25 bisa pengukuhan atau pergantian bendera menjadi bendera Indonesia dan penggantian nama dari Garibaldi menjadi (KRI) Gajah Mada. Rencananya Bapak Presiden akan ikut meresmikan. Hadir di dalam kapal induk Gajah Mada," kata Muhammad Ali.

Dengan persiapan tersebut, pangkalan kapal induk di Lampung ditargetkan dapat berfungsi penuh pada akhir September 2026 untuk mendukung operasional KRI Gajah Mada.

Penulis :
Arian Mesa