
Pantau - Presiden Prabowo Subianto menjanjikan bintang penghargaan kepada tim energi Kabinet Merah Putih apabila mampu menuntaskan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) dalam waktu dua tahun.
Janji tersebut disampaikan Prabowo ketika meluncurkan program PLTS 100 GWp di Jembrana, Bali.
"Kalau berhasil dua tahun, tim energi dapat bintang lagi ya, aku kasih target 4 tahun," kata Prabowo, dikutip dari siaran resmi Sekretariat Presiden secara daring di Jakarta.
Target PLTS Dipercepat Menjadi Dua Tahun
Sebelumnya, Prabowo menetapkan pembangunan PLTS berkapasitas 100 GWp ditargetkan dapat direalisasikan dalam waktu tiga tahun.
Namun, Presiden kemudian menantang tim energi Kabinet Merah Putih untuk menyelesaikan proyek strategis nasional tersebut lebih cepat, yakni dalam dua tahun.
Prabowo menilai pembangunan PLTS 100 GWp merupakan pekerjaan berskala besar jika dibandingkan dengan kapasitas seluruh pembangkit listrik nasional saat ini yang berada di kisaran 88 GW.
Kapasitas 88 GW tersebut berasal dari berbagai sumber energi, mulai dari batu bara, minyak, gas, hingga panas bumi.
Dengan kapasitas 100 GWp, PLTS yang akan dibangun pemerintah bahkan melampaui total kapasitas seluruh pembangkit listrik nasional saat ini.
"Untuk sebagai bayangan, seluruh listrik Indonesia sekarang 88 gigawatt dari batu bara, minyak, gas, hingga geotermal. Kita akan membangun 100 gigawatt dan kita tidak main-main, target kita adalah 100 gigawatt dalam 3 tahun," ujar Prabowo.
Untuk memastikan target tersebut dapat tercapai, Prabowo secara langsung mengonfirmasi kesiapan sejumlah pejabat yang bertanggung jawab terhadap sektor energi dan perekonomian.
Presiden menanyakan kesiapan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Direktur Utama PLN, hingga Direktur Utama Pertamina di hadapan para undangan.
Keberhasilan Swasembada Pangan Jadi Acuan
Prabowo menegaskan Kabinet Merah Putih harus berorientasi pada pencapaian dan hasil kerja nyata yang dapat dirasakan masyarakat.
Presiden kemudian membandingkan target pembangunan sektor energi dengan pencapaian pemerintah dalam program swasembada pangan.
Menurut Prabowo, program swasembada pangan sebelumnya diberikan target penyelesaian selama empat tahun, tetapi tim yang menangani sektor tersebut disebut mampu merealisasikannya hanya dalam waktu satu tahun.
Keberhasilan tim pangan tersebut menjadi dasar bagi Prabowo untuk mendorong tim energi bekerja lebih cepat dibandingkan target awal.
"Dulu swasembada pangan saya beri target empat tahun, tim pangan berhasil satu tahun. Berarti kalau saya kasih target tiga tahun untuk tim energi, ya... dua tahun lah," kata Presiden.
Dengan tantangan tersebut, target awal pembangunan PLTS 100 GWp selama tiga tahun didorong untuk dipercepat menjadi dua tahun.
Apabila percepatan itu berhasil diwujudkan, Prabowo menjanjikan pemberian bintang penghargaan kepada tim energi Kabinet Merah Putih.
Pemerintah menilai keberhasilan mempercepat pembangunan sektor energi akan menjadi bukti kemampuan dalam mengakselerasi pembangunan nasional sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan rakyat.
- Penulis :
- Arian Mesa



