
Pantau - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mencatat program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) berpotensi menarik investasi sekitar Rp1.140 triliun atau setara 71,3 miliar dolar AS.
“Total investasinya, Bapak Presiden, dari 100 GW adalah kurang lebih sekitar 71,3 miliar dolar AS atau setara Rp1.140 triliun lebih,” ujar Bahlil dalam acara Peluncuran dan Peletakan Batu Pertama Program PLTS 100 GWp di Gilimanuk, Bali, Selasa.
Selain menarik investasi, program tersebut diproyeksikan mampu menghemat subsidi pemerintah hingga Rp73,9 triliun setiap tahun melalui pengurangan konsumsi bahan bakar minyak jenis solar.
“Dari total pekerjaan ini, bisa kita melakukan efisiensi terhadap subsidi setiap tahun Rp73,9 triliun,” ujar Bahlil.
PLTS Gantikan Pembangkit Berbahan Bakar Solar
Penghematan subsidi tersebut dimungkinkan karena pembangunan PLTS diarahkan untuk menggantikan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) yang selama ini menggunakan solar sebagai bahan bakar.
Program PLTS 100 GWp juga diproyeksikan mampu menekan emisi gas rumah kaca (GRK) sekitar 140,16 juta ton karbon dioksida.
Presiden Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan program strategis PLTS 100 GWp di Monumen Operasi Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali.
Peluncuran di Gilimanuk terhubung secara daring dengan tiga lokasi proyek PLTS lainnya, yakni PLTS Terapung Gajah Mungkur di Wonogiri, Jawa Tengah, PLTS Desa Sembur di Batam, Kepulauan Riau, serta PLTS Pulau Rengit di Bangka Belitung.
Salah satu proyek yang masuk dalam program tersebut adalah PLTS dan Battery Energy Storage System (BESS) Monumen Operasi Gilimanuk.
Proyek PLTS dan BESS Monumen Operasi Gilimanuk merupakan bagian dari Program Fat Burning Bali yang diarahkan untuk menggantikan pembangkit listrik berbahan bakar minyak dengan pembangkit berbasis energi surya.
PLTS Gilimanuk Ditargetkan Beroperasi pada 2028
Kapasitas PLTS yang direncanakan di Bali mencapai 198 megawatt peak (MWp) dan dilengkapi BESS berkapasitas 666 megawatt hour (MWh).
Pembangunan PLTS dan BESS tersebut akan memanfaatkan lahan seluas kurang lebih 211 hektare.
Proyek PLTS dan BESS di Gilimanuk ditargetkan mulai beroperasi pada 2028.
Secara keseluruhan, program PLTS 100 GWp diproyeksikan memberikan tiga manfaat utama berupa potensi investasi sekitar Rp1.140 triliun, penghematan subsidi hingga Rp73,9 triliun per tahun, serta penurunan emisi gas rumah kaca sekitar 140,16 juta ton karbon dioksida.
- Penulis :
- Arian Mesa



