
Pantau - Presiden Prabowo Subianto menghadiri peluncuran dan peletakan batu pertama program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 Gigawatt peak (GWp) di Monumen Operasi Lintas Laut Jawa Bali, Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa siang.
Berdasarkan pantauan melalui YouTube Sekretariat Presiden, Prabowo tiba di lokasi acara sekitar pukul 14.30 WIB dengan mengenakan setelan safari berwarna krem.
Peluncuran PLTS 100 GWp tersebut menjadi bagian dari Program Kerja Prioritas Nasional Klaster Kemandirian Energi dan Air untuk memperkuat kemandirian serta ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.
Prabowo Targetkan PLTS 100 GWp Rampung pada 2029
Presiden Prabowo telah menginstruksikan percepatan pembangunan PLTS berkapasitas 100 GWp agar dapat diselesaikan pada 2029.
"Presiden telah menginstruksikan agar pembangunan 100 GWp PLTS dipercepat dan diselesaikan pada 2029, dengan efisiensi biaya listrik diperkirakan mencapai Rp73,9 triliun per tahun. Pada 2026, pemerintah menargetkan pembangunan 30 GWp PLTS sekaligus penghentian 13 GW pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD)," kata Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam keterangannya, Selasa.
Program tersebut akan dilaksanakan secara bertahap dengan pembangunan PLTS sebesar 17 GWp pada tahap pertama, 18 GWp pada tahap kedua, dan 30 GWp pada tahap ketiga.
Pengembangan PLTS skala besar didukung potensi energi surya Indonesia yang diperkirakan mencapai sekitar 3.294 GWp.
Namun, kapasitas PLTS yang telah terpasang di Indonesia hingga April 2026 baru mencapai sekitar 1,5 GWp.
Sepanjang 2025, pemerintah telah membangun 15 pembangkit berbasis energi baru terbarukan (EBT) yang terdiri atas 12 PLTS dan tiga pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH).
Pembangunan 15 pembangkit EBT tersebut menelan anggaran Rp103,3 miliar dan memberikan pelayanan kepada 1.831 kepala keluarga serta 131 fasilitas umum.
Pada 2026, pembangunan infrastruktur energi terbarukan dilanjutkan melalui PLTS Terpadu di 39 lokasi di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
PLTS Terpadu tersebut ditujukan untuk melayani 4.259 rumah tangga dengan nilai pembangunan mencapai Rp450,2 miliar.
Pemerintah juga membangun PLTMH di tiga lokasi senilai Rp50,4 miliar untuk melayani 464 rumah tangga.
Sementara itu, program listrik desa telah menjangkau 1.403 lokasi yang tersebar di 36 provinsi.
Sebanyak 220.845 rumah tangga tidak mampu juga telah menerima manfaat melalui program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL).
PLTS Diproyeksikan Jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru
Pemerintah memproyeksikan pembangunan PLTS 100 GWp tidak hanya memperkuat ketahanan dan kemandirian energi, tetapi juga menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru.
Pertumbuhan tersebut diharapkan berasal dari investasi sektor pembangkit listrik, baterai dan jaringan, penguatan industri panel surya atau solar photovoltaic (PV) dalam negeri, serta penciptaan lapangan kerja hijau.
"Program PLTS 100 GWp juga diproyeksikan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru melalui investasi pembangkit, baterai, dan jaringan, penguatan industri solar PV dalam negeri, serta penciptaan lapangan kerja hijau. RUPTL 2025–2034 diproyeksikan menciptakan sekitar 1,7 juta lapangan pekerjaan, lebih dari 760 ribu di antaranya berpotensi menjadi lapangan kerja hijau," ucap Prasetyo.
Berdasarkan proyeksi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034, pengembangan sektor ketenagalistrikan diperkirakan menciptakan sekitar 1,7 juta lapangan pekerjaan dengan lebih dari 760 ribu di antaranya berpotensi menjadi lapangan kerja hijau.
Sejumlah Menteri dan Pejabat Hadiri Peluncuran
Sejumlah pejabat negara mendampingi Presiden dalam peluncuran tersebut, antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Menteri Koperasi Ferry Juliantono.
Turut hadir Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri, serta Gubernur Bali I Wayan Koster.
Pemerintah memastikan pembangunan PLTS 100 GWp akan terus dikawal dan dilaksanakan secara bertahap serta terukur guna mendukung target Indonesia semakin mandiri, tangguh, dan kompetitif dalam sektor energi.
- Penulis :
- Arian Mesa



