HOME  ⁄  Ekonomi

Kementrans Dorong Kawasan Transmigrasi Menjadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Kementrans Dorong Kawasan Transmigrasi Menjadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru
Foto: Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara dalam Transmigration Executive Dialogue (TED) di Jakarta, Senin 24/8/2026 (sumber: Kementerian Transmigrasi)

Pantau - Kementerian Transmigrasi (Kementrans) mengarahkan kawasan transmigrasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru untuk menciptakan pekerjaan produktif, meningkatkan pendapatan masyarakat, memperluas pasar petani dan pelaku usaha lokal, serta menarik investasi di berbagai daerah Indonesia.

Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan kegiatan dan peluang ekonomi harus dibangun terlebih dahulu sebelum mendorong perpindahan penduduk ke kawasan transmigrasi.

“Masa depan transmigrasi bukan memindahkan orang terlebih dahulu lalu dan berharap peluang ekonomi menyusul. Kita harus menciptakan peluang ekonomi, menyiapkan pekerjaan dan kehidupan yang layak, baru mobilitas penduduk mengikuti secara sukarela, aman, dan dengan kepastian masa depan,” kata Iftitah.

Menurut Iftitah, masyarakat akan bersedia datang dan menetap secara sukarela apabila kawasan memiliki pekerjaan, peluang usaha, infrastruktur, serta prospek kehidupan yang lebih baik.

Bangun Ekosistem Ekonomi dari Hulu hingga Hilir

Kementrans mengarahkan kawasan transmigrasi menjadi ekosistem ekonomi yang menghubungkan masyarakat, lahan, ilmu pengetahuan, teknologi, investasi, industri, dan pasar.

Ekosistem tersebut mencakup seluruh rantai nilai, mulai dari riset dan pembibitan, produksi, pengolahan, pengemasan, logistik, hingga pemasaran.

Pendekatan itu diharapkan membuat lebih banyak nilai tambah tercipta langsung di kawasan transmigrasi sehingga manfaat ekonominya dapat dinikmati masyarakat setempat.

Iftitah mencontohkan konsumsi durian di China yang mencapai sekitar Rp137 triliun per tahun sebagai salah satu peluang pasar yang dapat dimanfaatkan Indonesia.

Menurutnya, besarnya pasar tersebut tidak seharusnya hanya dimanfaatkan dengan menanam dan mengekspor komoditas mentah, tetapi menjadi dasar pembangunan keseluruhan ekosistem industri durian di dalam negeri.

“Kita tidak boleh berhenti pada menanam dan mengekspor komoditas mentah. Kita harus membangun seluruh ekosistem ekonominya di Indonesia, mulai dari riset dan pembibitan hingga budidaya, pengolahan, logistik, produk hilir, dan pemasaran global,” ujarnya.

Lima Program Unggulan Jadi Penggerak

Paradigma baru pembangunan kawasan transmigrasi dijalankan Kementrans melalui lima program unggulan yang menyasar kepastian lahan, pemberdayaan masyarakat lokal, pengembangan sumber daya manusia, investasi, dan kolaborasi.

Program Trans Tuntas diarahkan untuk memberikan kepastian hukum terhadap lahan di kawasan transmigrasi.

Program Trans Lokal ditujukan untuk memastikan masyarakat setempat menjadi pelaku utama sekaligus penerima manfaat pembangunan.

Program Trans Patriot diarahkan untuk menghadirkan sumber daya manusia, ilmu pengetahuan, serta teknologi ke kawasan transmigrasi.

Program Trans Karya Nusantara mendorong masuknya investasi serta penciptaan lapangan pekerjaan sebelum berlangsungnya perpindahan penduduk.

Sementara itu, Program Trans Gotong Royong ditujukan untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat.

“Transmigrasi hari ini tidak bisa berjalan sendirian. Kepastian lahan, infrastruktur, konektivitas, energi, investasi, pasar, tata kelola, dan sumber daya manusia harus dibangun bersama dalam satu ekosistem,” tegas Iftitah.

1.476 Patriot Bertugas di 53 Kawasan Prioritas

Iftitah juga menyampaikan pesan kepada 1.476 Patriot yang saat ini bertugas di 53 kawasan transmigrasi prioritas di seluruh Indonesia.

Para Patriot diharapkan tidak hanya menghasilkan penelitian dan laporan, tetapi juga memahami berbagai potensi yang dimiliki masing-masing kawasan.

Mereka ditugaskan menemukan persoalan nyata di lapangan, menerapkan ilmu pengetahuan, mendampingi masyarakat, serta menghubungkan potensi lokal dengan teknologi, industri, investasi, dan pasar.

“Para Patriot adalah mata dan telinga kita di lapangan. Hasil kerja mereka akan menjadi salah satu fondasi penting bagi kebijakan dan pembangunan kawasan transmigrasi ke depan,” ujar Iftitah.

Iftitah menegaskan pembangunan kawasan transmigrasi tidak boleh menggusur masyarakat lokal ataupun membuat masyarakat setempat hanya menjadi penonton.

Masyarakat lokal harus ditempatkan sebagai tuan rumah, pelaku utama, sekaligus penerima manfaat pembangunan kawasan.

Investasi dan industri tetap didorong berkembang, tetapi pertumbuhannya harus diikuti peningkatan nilai tambah, kesempatan kerja, pengetahuan, serta kesejahteraan masyarakat setempat.

Ekonom Soroti Peluang Indonesia di Tengah Perubahan Global

Professor of Economics dari Adam Smith Business School, University of Glasgow, Soner Başkaya, menilai transmigrasi sebagai “program yang tepat pada waktu yang tepat”.

Menurut Başkaya, Indonesia memiliki sejumlah keuntungan di tengah perubahan rantai pasok global, termasuk posisi politik yang relatif netral, lokasi strategis pada jalur perdagangan dunia, serta kekayaan sumber daya alam.

Salah satu sumber daya strategis tersebut adalah nikel yang dibutuhkan berbagai industri masa depan, termasuk industri baterai dan kendaraan listrik.

“Posisi Indonesia saat ini sangat menguntungkan di mata dunia. Indonesia memiliki posisi politik yang relatif netral, jalur perdagangan yang strategis, serta kekayaan alam penting seperti nikel yang sangat dibutuhkan industri masa depan, mulai dari baterai hingga kendaraan listrik,” kata Başkaya dalam Dialog Eksekutif Transmigrasi.

Meski memiliki berbagai keuntungan tersebut, Başkaya menilai peluang ekonomi dan investasi harus diterjemahkan menjadi manfaat yang benar-benar dapat dirasakan masyarakat.

Investasi yang masuk ke kawasan transmigrasi harus menciptakan pekerjaan, meningkatkan keterampilan masyarakat, menggerakkan usaha lokal, serta membangun hubungan dengan industri dan pasar yang lebih luas.

Menurut Başkaya, kawasan transmigrasi perlu dilengkapi pusat pengolahan hasil bumi, jaringan logistik, fasilitas modern, akses pembiayaan, serta ekosistem inovasi.

Dengan fasilitas dan ekosistem tersebut, masyarakat tidak hanya menjual bahan mentah, tetapi dapat memperoleh manfaat ekonomi dari pengolahan dan rantai nilai yang lebih panjang.

Pendekatan baru transmigrasi dinilai dapat menjadi instrumen untuk menghidupkan kawasan, menarik investasi dan talenta, sekaligus mempercepat penyebaran ilmu pengetahuan.

Transformasi tersebut juga diharapkan membuka lebih banyak pilihan pekerjaan bagi masyarakat sehingga mereka tidak harus selalu berpindah ke kota-kota besar untuk mendapatkan penghidupan.

Petani dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga berpeluang memperoleh akses terhadap teknologi, pembiayaan, mitra usaha, serta pasar yang lebih luas.

Başkaya mengingatkan keberhasilan transformasi kawasan transmigrasi tidak cukup dinilai berdasarkan besarnya investasi yang diumumkan atau banyaknya program yang dilaksanakan.

“Ukuran utamanya adalah perubahan yang benar-benar dirasakan masyarakat, seperti bertambahnya pekerjaan produktif, meningkatnya pendapatan dan keterampilan warga, tumbuhnya usaha lokal, serta berkembangnya perekonomian daerah secara berkelanjutan,” tambahnya.

Penulis :
Shila Glorya