
Pantau - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan belum ada laporan warga negara Indonesia (WNI) terdampak banjir bandang dahsyat di perbatasan China-Nepal yang menewaskan sedikitnya 160 orang dan menyebabkan ratusan lainnya hilang.
Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah mengatakan KBRI Dhaka dan KBRI Beijing terus memantau kondisi WNI di Nepal dan Tibet setelah bencana tersebut terjadi pada Rabu (26/8/2026).
“Hingga saat ini, berdasarkan pemantauan dan komunikasi dengan pihak terkait, belum terdapat laporan mengenai WNI yang terdampak,” ucap Heni dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (27/8/2026).
KBRI Dhaka memberikan perhatian khusus terhadap WNI yang sedang berada di Nepal sebagai wisatawan, terutama mereka yang melakukan kegiatan pendakian.
KBRI Dhaka juga telah mengimbau seluruh agen perjalanan yang memberangkatkan WNI ke Nepal untuk segera menyampaikan informasi mengenai keberadaan dan kondisi warga yang mereka pandu.
Sebanyak 45 WNI tercatat menetap di Nepal dengan sebagian besar berdomisili di Kathmandu dan bekerja di sektor perhotelan.
KBRI Dhaka dan KBRI Beijing meminta seluruh WNI meningkatkan kewaspadaan, mengikuti arahan otoritas setempat, menghindari wilayah terdampak, serta memantau perkembangan melalui sumber resmi.
“KBRI Beijing dan KBRI Dhaka akan terus memantau perkembangan situasi dan menjaga komunikasi dengan komunitas WNI,” ucap Heni.
Dalam kondisi darurat, WNI di Nepal dapat menghubungi nomor KBRI Dhaka +880 161-4444-552, sedangkan WNI di China dapat menghubungi KBRI Beijing melalui +8618610455488.
Laporan Kyodo menyebut korban tewas akibat banjir bandang di perbatasan Nepal-China telah mencapai 160 orang dengan ratusan lainnya masih belum ditemukan.
Otoritas Nepal mencatat 384 orang hilang dan 290 di antaranya merupakan wisatawan asing dari India, Malaysia, Jepang, Inggris, serta Amerika Serikat.
Banjir terjadi setelah Sungai Bhotekoshi di Rasuwa, wilayah pegunungan Nepal, tiba-tiba meluap dengan deras hingga menghancurkan rumah, bangunan, dan sebuah pembangkit listrik tenaga air.
Sementara itu, Xinhua melaporkan tiga orang tewas dan 265 lainnya hilang akibat longsor lumpur di Shigatse, kota besar di wilayah otonom Tibet.
Sungai yang meluap dalam bencana tersebut mengalir dari wilayah China menuju Nepal.
- Penulis :
- Aditya Yohan



