
Pantau - Menteri Pariwisata Republik Indonesia Widiyanti Putri Wardhana mengunjungi warga terdampak kebakaran rumah adat Sade di Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis, untuk mendukung percepatan pemulihan masyarakat dan kawasan wisata tersebut.
Dalam kunjungannya, Widiyanti berdialog langsung dengan warga terdampak serta menyapa sejumlah anak yang mengikuti kegiatan trauma healing di posko penanganan dampak bencana.
"Kami datang langsung untuk mendukung proses pemulihan dampak dari kebakaran rumah adat Sade ini," kata Widiyanti.
Kemenpar Siapkan Program Pemulihan Desa Adat Sade
Kementerian Pariwisata memfokuskan dukungan pada pemulihan dampak kebakaran agar masyarakat dapat kembali bekerja dan Desa Adat Sade segera menerima kunjungan wisatawan.
"Kami tetap fokus membantu pemulihan dampak kebakaran ini, sehingga Desa Adat Sade ini bisa segera kembali dikunjungi wisatawan," katanya.
Kementerian Pariwisata juga telah melakukan rapat koordinasi bersama Gubernur NTB dan Bupati Lombok Tengah untuk membahas proses pemulihan Desa Sade.
Pemerintah menyiapkan fasilitas rekonstruksi melalui pendekatan jangka pendek, menengah, dan panjang untuk memulihkan aktivitas masyarakat sekaligus sektor pariwisata.
"Fasilitas rekontruksi telah disiapkan ke arah tersebut, baik itu dalam jangka pendek, menengah maupun jangka panjang, sehingga warga Sade bisa aktif kembali bekerja dan bisa dikunjungi wisatawan," kata Widiyanti.
Selain rekonstruksi, Kementerian Pariwisata menyiapkan program pembinaan desa wisata serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pelatihan.
"Pembinaan tetap dilakukan ke depan dalam mendukung pengembangan ekowisata," katanya.
Rekonstruksi Harus Pertahankan Keaslian Kampung Adat
Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal mengatakan penanganan kebakaran di Kampung Adat Sade tidak dapat disamakan dengan penanganan kebakaran permukiman biasa karena kawasan tersebut memiliki nilai sejarah dan budaya.
Menurut Iqbal, rekonstruksi harus mempertimbangkan keaslian bangunan agar karakter Kampung Adat Sade sebagai situs bersejarah tetap terjaga.
"Rekonstruksi bukan membangun rumah layak huni, tetapi membangun kembali situs sejarah sedekat mungkin dengan bentuk aslinya," kata Iqbal.
Ia juga menegaskan masyarakat adat harus dilibatkan dalam setiap keputusan terkait pemulihan dan rekonstruksi Kampung Adat Sade.
"Yang punya desa ini adalah masyarakat. Masyarakat adat yang ada di sini. Sehingga kita perlu mengajak mereka untuk bicara dan memutuskan apa yang harus kita lakukan," ujarnya.
Besaran anggaran rekonstruksi hingga kini belum diputuskan karena kebutuhan pembiayaan masih harus melalui proses kajian dan penyusunan Detail Engineering Design (DED).
Sementara persiapan rekonstruksi berlangsung, pemerintah menyebut penanganan kebutuhan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak telah berjalan dengan baik.
Pemerintah juga akan memasukkan aspek mitigasi bencana dalam proses rekonstruksi untuk mengurangi risiko kejadian serupa pada masa mendatang sekaligus memberikan keamanan kepada masyarakat.
"Kebutuhan anggaran belum, penanganan kemanusiaan saat ini berjalan dengan baik. Sedangkan untuk rekonstruksi harus matang agar menjaga nilai budaya sekaligus memberi rasa aman, termasuk mitigasi bencana ke depannya," kata Iqbal.
- Penulis :
- Leon Weldrick




