HOME  ⁄  Nasional

Baznas Dorong Zayed Award 2027 Jadi Momentum Perkuat Ekosistem Zakat Indonesia

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Baznas Dorong Zayed Award 2027 Jadi Momentum Perkuat Ekosistem Zakat Indonesia
Foto: (Sumber :Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI Sodik Mudjahid (kiri) dan Bendahara Umum PP Muhammadiyah, Hilman Latief (kanan) dalam audiensi di Jakarta, Rabu (26/8/2028). ANTARA/HO-Baznas RI.)

Pantau - Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI Sodik Mudjahid menilai Zayed Award for Human Fraternity 2027 dapat menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem zakat sekaligus memperluas pengakuan dunia terhadap kontribusi filantropi Islam Indonesia.

Sodik mengatakan pengusulan Indonesia dalam ajang tersebut tidak semata-mata ditujukan untuk meraih penghargaan, tetapi juga menjadi kesempatan memperkuat sinergi antarlembaga zakat dan menunjukkan kontribusi nyata filantropi Islam Indonesia di tingkat global.

"Kita harus memanfaatkan peluang ini untuk memperkuat ekosistem zakat, infak, dan sedekah di Indonesia. Baznas siap mendukung penuh pengusulan ini, baik secara kelembagaan inklusif yang menaungi seluruh gerakan amil zakat maupun melalui pembuktian kontribusi nyata filantropi nasional bagi pembangunan manusia," katanya dalam keterangan di Jakarta, Jumat (28/8/2026).

Bendahara Umum PP Muhammadiyah Hilman Latief menilai Indonesia memiliki modal kuat untuk menampilkan profil diplomasi kemanusiaan yang relevan di tingkat global setelah Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah meraih penghargaan tersebut pada 2023.

Menurut Hilman, ekosistem filantropi Islam di Indonesia memiliki nilai inklusivitas dan inovasi dalam penanganan persoalan kemanusiaan yang relevan dengan kriteria tim penilai global.

"Kita memiliki keunggulan pada aspek mainstreaming zakat yang melibatkan sinergi antara regulasi pemerintah dan gerakan masyarakat sipil. Narasi kolaborasi besar itu baik dalam respons bencana, penanggulangan kemiskinan, maupun keberlanjutan menjadi poin diferensiasi yang sangat kuat," ujarnya.

Hilman mengatakan pengalaman Indonesia dalam mengelola filantropi Islam perlu ditampilkan sebagai kekuatan bersama sekaligus menjadi pembeda dari pencapaian NU dan Muhammadiyah sebelumnya.

"Indonesia harus membuktikan bahwa selain dua ormas tersebut, ekosistem perzakatannya juga sangat layak mendapat pengakuan dunia," ucap Hilman Latief.

Ketua Umum Forum Zakat (FOZ) Wildhan Dewayana menilai keunggulan filantropi Indonesia terletak pada kemampuan lembaga-lembaga zakat berkolaborasi menangani persoalan kemanusiaan, terutama saat terjadi bencana di tengah keberagaman masyarakat.

Wildhan mengatakan berbagai pengalaman lembaga zakat tersebut perlu dirangkai menjadi narasi bersama yang menunjukkan kontribusi nyata filantropi Islam Indonesia.

"Kunci utamanya terletak pada pembeda yang kuat dan khas Indonesia. Kita punya keunggulan modal kolaborasi di tengah keberagaman lembaga, resiliensi dan militansi amil saat menangani bencana di Ring of Fire, program pemberdayaan kemiskinan yang berdampak luas, serta transformasi tata kelola dalam mengoptimalkan potensi zakat nasional," tutur Wildhan.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026