
Pantau - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan kembali memanasnya permusuhan antara Israel dan Hizbullah terus berdampak terhadap warga sipil serta mengganggu kehidupan sehari-hari di Lebanon selatan.
Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) menyebut otoritas setempat melaporkan sejumlah serangan udara di berbagai wilayah Kegubernuran Nabatieh pada Kamis (27/8), sementara serangan harian dan operasi penghancuran terus merusak rumah serta infrastruktur.
Kerawanan juga berdampak terhadap petugas yang menangani kebutuhan masyarakat setelah personel pertahanan sipil Lebanon dilaporkan terpaksa mundur saat menangani kebakaran di Deir Mimas, Kegubernuran Nabatieh, pada Rabu (26/8) karena mendapat serangan.
OCHA menyatakan, "Terlepas dari berbagai tantangan, para mitra kemanusiaan terus memberikan dukungan penting kepada masyarakat yang membutuhkan."
OCHA menambahkan, "Sejak 2 Maret, lebih dari 900.000 orang telah menerima setidaknya satu kali bantuan tunai darurat."
Badan PBB tersebut mengungkapkan kebutuhan kemanusiaan di wilayah terdampak masih sangat besar, sedangkan pendanaan yang tersedia belum mencukupi.
Permintaan dana darurat untuk enam bulan yang membutuhkan hampir 640 juta dolar AS akan berakhir dalam empat hari, tetapi baru memperoleh pendanaan sedikit di atas separuh dari total kebutuhan.
OCHA mendesak seluruh pihak menghormati hukum humaniter internasional serta memberikan perlindungan terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil.
Badan tersebut menegaskan dukungan kemanusiaan yang berkelanjutan tetap penting untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak permusuhan yang sedang berlangsung.
- Penulis :
- Aditya Yohan




