HOME  ⁄  Geopolitik

Riyad Mansour Sebut Aneksasi Wilayah Palestina oleh Israel Memupus Harapan Perdamaian

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Riyad Mansour Sebut Aneksasi Wilayah Palestina oleh Israel Memupus Harapan Perdamaian
Foto: (Sumber :Pemandangan wilayah E1, hamparan tanah di sebelah timur Yerusalem antara kota dan pemukiman Ma'ale Adumim, Israel (14/8/2025). ANTARA/Xinhua/Jamal Awad/aa.)

Pantau - Pengamat Tetap Palestina untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Riyad Mansour menyebut langkah Israel melakukan aneksasi penuh terhadap wilayah Palestina dapat memupus harapan terciptanya perdamaian di kawasan.

Pernyataan tersebut disampaikan Mansour dalam sidang Dewan Keamanan PBB pada Rabu, 26 Agustus 2026.

"Mereka tidak peduli bahwa aneksasi membunuh segala harapan mewujudkan perdamaian di kawasan kita," kata Mansour.

Palestina Soroti Proyek Kawasan E1

Mansour menyoroti proses lelang proyek di kawasan E1, koridor strategis yang menghubungkan Yerusalem Timur dengan wilayah Tepi Barat yang diduduki.

Ia menyebut proyek tersebut sebagai "tindakan perang" terhadap kedaulatan dan keutuhan wilayah Palestina.

Mansour juga menuding pemerintah Israel sengaja menggagalkan rencana perdamaian 20 poin yang diusulkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan didukung resolusi PBB.

Menurut Mansour, upaya mengatasi krisis kawasan melalui "pemusnahan" pembangunan nasional Palestina merupakan sebuah "kegilaan".

Diplomat Palestina tersebut turut mengkritik proses hukum internal Israel dengan menyebutnya sebagai sebuah "penipuan".

Ia menuding "proses penyelidikan dan pengadilan Israel dirancang untuk menjaga impunitas", bukannya memastikan keadilan bagi korban.

Mansour Desak Perlindungan Internasional untuk Palestina

Mansour mendesak masyarakat internasional memberikan "perlindungan internasional" kepada rakyat Palestina hingga terwujud negara Palestina yang merdeka dan berdaulat.

Ia juga menyampaikan keyakinannya mengenai masa depan Timur Tengah yang memungkinkan negara-negara di kawasan menikmati "perdamaian, keamanan, dan kemakmuran bersama".

Mansour memperingatkan anggota Dewan Keamanan PBB agar bertindak sesuai hukum internasional untuk mencegah tragedi saat ini berkembang menjadi "awal dari ketakutan-ketakutan lain".

"Masa depan yang berbeda amat mungkin terwujud jika kita bertindak bersama hari ini," ungkap Mansour.

Penulis :
Ahmad Yusuf