
Pantau - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyatakan reformasi struktur Dewan Keamanan PBB tidak dapat dihindari karena komposisinya perlu disesuaikan dengan realitas dan keseimbangan kekuatan dunia saat ini.
Guterres menyampaikan pandangan tersebut dalam wawancara dengan Financial Times yang diterbitkan pada Selasa (25/8/2026).
Guterres Soroti Ketimpangan Representasi
Dewan Keamanan PBB saat ini memiliki lima anggota tetap dengan hak veto, yakni Amerika Serikat, China, Inggris, Prancis, dan Rusia, serta 10 anggota tidak tetap yang dipilih setiap dua tahun.
Guterres menyoroti dominasi representasi Eropa dalam komposisi lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB.
"Lihatlah Dewan Keamanan. Ada tiga anggota dari Eropa di sana. Tiga dari lima (anggota tetap). Padahal, Eropa tidak mewakili tiga perlima dari negara-negara di dunia," ujar Guterres.
Menurut Guterres, struktur tersebut pada akhirnya harus mengikuti perubahan kondisi dan keseimbangan kekuatan global.
"Jelas bahwa pada akhirnya, kenyataan di lapanganlah yang harus diakui. Oleh karena itu, Dewan Keamanan mau tidak mau harus beradaptasi," imbuhnya.
Struktur Dewan Keamanan Dinilai Perlu Beradaptasi
Guterres menilai ketimpangan representasi menjadi salah satu faktor yang membuat Dewan Keamanan PBB kerap gagal menangani berbagai persoalan internasional.
Ia juga menekankan perlunya struktur keanggotaan Dewan Keamanan diselaraskan dengan peta kekuatan global saat ini.
Pandangan tersebut menempatkan reformasi representasi sebagai bagian penting dari upaya menyesuaikan badan pengambil keputusan PBB dengan perkembangan dunia.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



