
Pantau - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyebut konfirmasi kelaparan di Sudan dan Jalur Gaza sebagai catatan sejarah yang memalukan saat membahas kerawanan pangan global dalam sidang Dewan Keamanan PBB, Selasa (25/8/2026).
Guterres melaporkan bahwa 2025 mencatat jumlah konflik bersenjata tertinggi sejak Perang Dunia II sekaligus tingkat kelaparan global yang mencapai rekor.
Sedikitnya 266 juta orang menghadapi kondisi kerawanan pangan akut, sementara kekerasan menjadi faktor utama pemicu kelaparan di 12 dari 13 wilayah yang paling terdampak.
Pelaksana Direktur Eksekutif Program Pangan Dunia (WFP) Carl Skau menyoroti dampak konflik dan gangguan perdagangan global terhadap harga serta ketersediaan pangan.
"Sebuah kapal tanker minyak yang berlabuh di Selat Hormuz dapat berarti berkurangnya satu kali makan dalam sehari bagi seorang anak di Sudan," kata Skau.
Harga pangan pokok di Sudan tercatat melonjak hampir 40 persen sejak Februari.
Konflik di Jalur Perdagangan Picu Krisis Pangan
Skau memperkenalkan kerangka "tiga titik penyumbatan" yang mencakup Selat Hormuz, Laut Merah, dan Laut Hitam sebagai kawasan penting bagi perdagangan dunia.
Pembatasan di Selat Hormuz yang menjadi jalur bagi sepertiga perdagangan pupuk dunia telah menyebabkan ketersediaan pupuk menurun, sementara harga minyak melonjak 36 persen sejak perang di Iran dimulai.
Pengiriman biji-bijian melalui Selat Istanbul juga turun 40 persen secara tahunan sehingga meningkatkan kerentanan negara-negara yang bergantung pada impor, termasuk Somalia.
Guterres mengusulkan upaya berbatas waktu untuk membangun kepercayaan dengan terlebih dahulu berfokus pada verifikasi dan pendaftaran secara netral kapal-kapal pengangkut pupuk.
Ia menegaskan mekanisme tersebut merupakan fasilitator praktis dan bukan pengganti pemulihan penuh hak navigasi di kawasan tersebut.
Lebih dari 900 Serangan Sasar Sistem Pangan Sudan
CEO Action Against Hunger Perrine Benoist melaporkan lebih dari 900 serangan terhadap sistem pangan di Sudan sejak April 2023, termasuk pemboman pasar dan penjarahan ternak.
Benoist juga memperingatkan bahwa perempuan di Sudan menghadapi risiko kelaparan yang secara statistik signifikan.
Ia menjelaskan anak-anak dapat mulai mengalami kegagalan fungsi organ dan kondisi sangat kurus dalam waktu tiga pekan setelah kehilangan akses terhadap pangan.
Guterres mendesak Dewan Keamanan PBB bertindak proaktif menghadapi ancaman tersebut tanpa menunggu deklarasi kelaparan secara resmi.
"Kita tidak dapat menunggu hingga kelaparan atau kondisi bencana dikonfirmasi secara resmi," kata Guterres.
Ia mengusulkan penerapan penuh Resolusi Dewan Keamanan PBB 2417 guna mencegah perampasan akses warga sipil terhadap pangan dan air.
Guterres juga menyerukan perlindungan terhadap lahan pertanian, pelabuhan, dan fasilitas penyimpanan di pasar serta mengusulkan sanksi terhadap pihak yang secara tidak sah menghalangi akses bantuan kemanusiaan.
Sementara itu, Skau melihat adanya "secercah harapan" di Gaza, tetapi memperingatkan WFP terpaksa menolak enam dari tujuh anak yang mengalami malnutrisi di Afghanistan akibat kesenjangan pendanaan.
- Penulis :
- Aditya Yohan



