
Pantau - Kegiatan pertukaran budaya Guangfu bertajuk “Berangkat dari Zhuji Xiang” digelar di Jakarta, Indonesia, Kamis (27/8/2026), untuk memperkenalkan sekaligus melestarikan budaya masyarakat Kanton di tengah komunitas Tionghoa Indonesia.
Sekretaris Jenderal Perkumpulan Guang Zhao Indonesia Huang Xian’an mengatakan cukup banyak warga Tionghoa di Indonesia yang merupakan keturunan masyarakat Guangfu.
Namun, pengenalan dan penyebaran budaya Guangfu di Indonesia dinilai masih terbatas dalam beberapa tahun terakhir meski terdapat cukup banyak keturunan masyarakat tersebut.
“Semoga kegiatan ini dapat menjadi momentum untuk memperkenalkan budaya Guangfu secara lebih luas sekaligus mendorong pelestarian dan pewarisannya kepada generasi berikutnya di Indonesia,” ungkap Huang Xian’an.
Sejarah Migrasi dari Zhuji Xiang
Budaya Guangfu merupakan kebudayaan masyarakat Kanton yang berakar dari Guangzhou dan sejumlah wilayah di sekitarnya di Provinsi Guangdong, China.
Zhuji Xiang dikenal sebagai kampung halaman leluhur masyarakat Guangdong dan memiliki peranan penting dalam sejarah migrasi masyarakat dari wilayah tersebut.
Berabad-abad lalu, masyarakat Guangdong dari berbagai wilayah berangkat dari Zhuji Xiang untuk bermigrasi menuju daerah-daerah di bagian selatan.
Perjalanan tersebut kemudian berlanjut dengan menyeberangi lautan hingga para perantau Guangdong mencapai berbagai wilayah di Asia Tenggara.
Dalam proses migrasi itu, para perantau membawa berbagai unsur kebudayaan dari daerah asal, termasuk bahasa Kanton, opera tradisional, serta adat dan tradisi Guangfu.
Bahasa, kesenian, adat, dan tradisi tersebut kemudian berkembang di tengah komunitas Tionghoa yang tersebar di berbagai wilayah Asia Tenggara.
Opera Kanton hingga Sejarah Zhuji Xiang
Kegiatan pertukaran budaya Guangfu di Jakarta menghadirkan sejumlah agenda yang berkaitan dengan sejarah, seni, dan kebudayaan masyarakat Kanton.
Rangkaian acara mencakup pameran mengenai sejarah Zhuji Xiang, cuplikan pertunjukan opera Kanton, serta pertunjukan komedi tunggal menggunakan bahasa Kanton.
Rangkaian kegiatan itu memadukan sejarah dan budaya Zhuji yang telah diwariskan selama ribuan tahun dengan keberagaman budaya Indonesia sebagai negara kepulauan.
Kegiatan tersebut juga memberikan kesempatan kepada komunitas Tionghoa yang telah lama menetap maupun yang relatif baru bermukim di Indonesia untuk mengenal lebih jauh sejarah dan budaya Zhuji Xiang.
Para peserta turut mendapat kesempatan mengenal opera Kanton serta sejarah dan budaya Zhuji Xiang melalui perspektif yang berbeda.
Melalui pertukaran budaya tersebut, hubungan historis dan kebudayaan masyarakat Guangfu dengan komunitas Tionghoa di Indonesia diharapkan terus terpelihara.
Kegiatan itu juga diharapkan menjadi sarana untuk memastikan sejarah, kesenian, adat, dan tradisi Guangfu terus diperkenalkan dan diwariskan kepada generasi mendatang.
- Penulis :
- Arian Mesa




