HOME  ⁄  Nasional

MGPA Mengutamakan Warga Lokal Menjadi Relawan MotoGP Mandalika 2026

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

MGPA Mengutamakan Warga Lokal Menjadi Relawan MotoGP Mandalika 2026
Foto: (Sumber :Pendaftar relawan ajang MotoGP Indonesia 2026 saat mengikuti kegiatan seleksi di Mandalika, Sabtu (29/8/2026). ANTARA/Akhyar Rosidi.)

Pantau - Mandalika Grand Prix Association (MGPA) mengutamakan warga lokal untuk menjadi relawan MotoGP Indonesia 2026 di Sirkuit Pertamina Mandalika, Nusa Tenggara Barat, di tengah jumlah pendaftar yang telah menembus lebih dari 2.500 orang dalam lima hari.

Human Capital dan General Affair Manager MGPA Nurjanah Firdaus Dewi mengatakan pendaftar berasal dari berbagai latar belakang, mulai mahasiswa, profesional muda, hingga ibu rumah tangga.

"Animo masyarakat untuk menjadi bagian dari kesuksesan gelaran berskala internasional ini melonjak tajam," kata Nurjanah di Lombok Tengah, Sabtu (29/8/2026).

Pendaftaran relawan dibuka pada 24 hingga 31 Agustus 2026 dan jumlah pelamar pada hari pertama telah mencapai sekitar 1.140 orang.

"Rekrutmen dibuka dari tanggal 24 hingga 31 Agustus mendatang. Antusiasme pelamar sangat tinggi sejak hari pertama, mencapai sekitar 1.140 orang," katanya.

MGPA mencatat sekitar 60 persen pendaftar berasal dari Lombok Tengah, sedangkan sisanya berasal dari Kota Mataram, Lombok Barat, dan sejumlah daerah lainnya.

"Tapi yang kami utamakan dari dalam daerah dulu," cetus Nurjanah.

Para pendaftar memperebutkan berbagai posisi, antara lain petugas kebersihan, manajemen, keamanan, kontrol keramaian, hospitality, marshal, dan tiket.

Seluruh calon relawan harus mengikuti wawancara awal dan proses seleksi berdasarkan pengalaman, kualifikasi teknis, serta keramahan.

"Khusus untuk hospitality, ketentuannya tidak sekadar murah senyum, tetapi juga harus ramah, rapi, dan bersih," katanya.

Jumlah peserta walk-in interview pada hari pertama seleksi mencapai sekitar tiga kali lipat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang rata-rata berada di kisaran 400 orang.

MGPA kemudian mengevaluasi alur antrean, menyediakan ruang tunggu atau holding room, serta membagikan air minum setelah lonjakan peserta membuat lokasi seleksi dipadati pelamar.

"Kami berkomitmen lakukan upaya yang terbaik terhadap pelaksanaan proses interview dan memastikan seluruh tahapan seleksi berjalan secara lebih terstruktur, tertib serta tetap mempertahankan kenyamanan seluruh peserta," papar Nurjanah.

Mahasiswi UIN Mataram asal Lombok Tengah Intan Karina Lestari menjadi salah satu pendaftar posisi ticketing setelah sebelumnya memiliki pengalaman dalam ajang GT World Challenge Asia.

"Saya senang bertemu banyak orang dan mencari pengalaman. Apalagi sirkuit ini ada di Lombok Tengah, tempat tinggal saya. Tentu saya ingin berpartisipasi dan memanfaatkan keberadaan sirkuit ini sebaik-baiknya," katanya.

Mahasiswa semester enam Poltekpar Lombok asal Praya, Dion, juga kembali mendaftar untuk ketiga kalinya dengan memilih posisi ticketing dan hospitality.

"Saya ingin ilmu yang didapat di bangku kuliah tidak sia-sia. Ajang ini sangat tepat untuk mengasah interpersonal skill," katanya.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026