
Pantau - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menggandeng Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Penanaman Modal untuk membenahi sistem perizinan berusaha sekaligus mendorong pengembangan investasi di sektor olahraga.
Kerja sama tersebut dituangkan melalui penandatanganan nota kesepahaman atau MoU antara Kemenpora dan Kementerian Investasi dan Hilirisasi.
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir mengatakan kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjadikan olahraga sebagai salah satu sektor yang mampu menggerakkan pertumbuhan ekonomi nasional.
Erick ingin mengubah persepsi olahraga yang sebelumnya dipandang sebagai pusat biaya atau cost center menjadi sektor yang dapat membuka peluang pendapatan atau revenue opportunity.
"Dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, kami ingin mengubah persepsi olahraga dari cost center menjadi revenue opportunity," kata Erick.
Perizinan Acara Olahraga Didorong Lebih Cepat
Menurut Erick, Kemenpora memiliki peran dalam menggerakkan perekonomian nasional melalui pengembangan investasi di bidang olahraga.
Upaya tersebut membutuhkan sistem yang dapat mempercepat proses perizinan penyelenggaraan berbagai acara olahraga sehingga potensi investasi dapat berkembang.
Melalui MoU dengan Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Kemenpora akan berkolaborasi memaksimalkan berbagai potensi Indonesia, terutama dalam sektor industri olahraga dan wisata olahraga.
Pengembangan industri dan wisata olahraga diharapkan dapat menjadikan olahraga sebagai salah satu pilar penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Pertumbuhan sektor tersebut juga diharapkan mampu menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan, khususnya bagi generasi muda.
Erick sebelumnya menyebut target pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen masih terpaku pada komponen belanja pemerintah.
Karena itu, Kemenpora dituntut berkolaborasi dengan berbagai pihak terkait untuk menghadirkan kegiatan yang dapat berkembang menjadi sumber aktivitas ekonomi baru.
Salah satu langkah yang terus didorong adalah memperbanyak penyelenggaraan acara olahraga berskala nasional maupun internasional.
Penyelenggaraan acara olahraga dinilai dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas karena turut memacu pertumbuhan berbagai sektor lainnya.
Maraton dan Selancar Dinilai Punya Potensi Ekonomi
Erick mencontohkan penyelenggaraan ajang lari maraton di Indonesia sebagai salah satu kegiatan olahraga yang mempunyai potensi ekonomi besar.
Berdasarkan data yang disampaikan Erick, terdapat 104 acara lari maraton di Indonesia dengan total jumlah pelari mencapai 10,4 juta orang.
Selain lari maraton, cabang olahraga selancar air dinilai memiliki potensi untuk terus dikembangkan sebagai bagian dari wisata olahraga.
Pengembangan selancar air sebagai wisata olahraga dinilai dapat menciptakan sumber pendapatan sekaligus memperkuat potensi ekonomi dari sektor olahraga dan pariwisata.
Kemenpora kini berupaya menyamakan paradigma dan pola pikir mengenai potensi ekonomi olahraga dengan seluruh pemangku kepentingan.
"Jadi ini paradigma yang kami dari Kemenpora sekarang sedang mencoba menyamakan pola pikir dengan seluruh pemangku kepentingan stakeholders," ungkap Erick.
- Penulis :
- Leon Weldrick




