
Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah tipis 3,63 poin atau 0,06 persen ke level 6.518,12 pada perdagangan Jumat (28/8/2026), ketika pelaku pasar cenderung wait and see menjelang pidato Ketua bank sentral Amerika Serikat (AS), The Fed, dalam Simposium Jackson Hole.
Berbeda dengan IHSG, indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan menguat 0,75 poin atau 0,12 persen ke posisi 641,82.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan mayoritas bursa regional Asia bergerak menguat ketika perhatian investor tertuju pada kebijakan moneter AS dan perkembangan hubungan AS-Iran.
"Bursa regional Asia menguat, sebagian besar pelaku pasar menantikan pidato Ketua The Fed di tengah kebuntuan diplomatik AS dengan Iran," ungkap Nico.
Pasar Menanti Arah Suku Bunga The Fed
Dari sentimen eksternal, perhatian pelaku pasar tertuju pada pidato Ketua The Fed Kevin Warsh dalam Simposium Jackson Hole pada Jumat, 28 Agustus, waktu AS.
Pidato tersebut dinantikan pelaku pasar untuk memperoleh petunjuk mengenai arah dan prospek kebijakan suku bunga AS.
Pasar memperkirakan terdapat kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed sebelum akhir 2026, dengan probabilitas kenaikan pada Desember 2026 masih berada di atas 70 persen.
Sementara itu, untuk pertemuan The Fed pada September 2026, pelaku pasar memperkirakan sekitar 65 persen kemungkinan suku bunga dipertahankan tanpa perubahan.
Presiden The Fed Kansas City Jeff Schmid mengatakan kebijakan moneter saat ini tidak menghambat perekonomian.
Selain kebijakan moneter, perkembangan hubungan AS dan Iran turut menjadi perhatian pelaku pasar.
Sebagian besar pelaku pasar disebut mengabaikan ancaman sanksi AS di tengah kebuntuan upaya diplomatik dengan Iran.
AS telah menolak untuk menghidupkan kembali ketentuan perjanjian Juni dan menyatakan saat ini tidak sedang melakukan negosiasi dengan Iran.
AS justru meningkatkan tekanan terhadap Iran melalui penerapan sanksi baru pada awal pekan.
Iran mengecam sanksi baru tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan yang bermusuhan serta tidak efektif.
Destry Damayanti Disetujui sebagai Calon Gubernur BI
Dari dalam negeri, pasar memperoleh kepastian mengenai calon pemimpin baru Bank Indonesia (BI).
Komisi XI DPR RI telah menyelesaikan rangkaian uji kelayakan dan kepatutan terhadap para calon pimpinan BI, termasuk calon Gubernur BI.
Komisi XI DPR RI menyetujui Destry Damayanti sebagai calon Gubernur BI untuk masa jabatan 2026–2031.
Sentimen domestik lainnya berasal dari demonstrasi yang membawa tuntutan pengesahan RUU Perampasan Aset.
Demonstrasi tersebut berlangsung tertib dan terkendali sehingga situasi setelah aksi dinilai relatif stabil.
IHSG Berbalik ke Zona Merah pada Sesi Kedua
IHSG mengawali perdagangan dengan penguatan dan bertahan di zona positif hingga penutupan sesi pertama.
Memasuki sesi kedua, IHSG berbalik menuju zona merah dan bertahan hingga penutupan perdagangan.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, empat sektor berhasil menguat dengan sektor keuangan mencatat kenaikan terbesar sebesar 0,79 persen.
Sektor transportasi dan logistik menguat 0,70 persen, sedangkan sektor barang konsumen nonprimer naik 0,39 persen.
Sebaliknya, tujuh sektor ditutup melemah dengan sektor industri mengalami penurunan terdalam sebesar 0,90 persen.
Sektor kesehatan melemah 0,60 persen, sedangkan sektor energi turun 0,59 persen.
Saham LABA, SSTM, BIKE, BAPA, dan PYFA tercatat sebagai saham dengan penguatan harga terbesar.
Sementara itu, RGAS, TMPO, VTNY, EMMI, dan NAYZ menjadi saham yang mengalami pelemahan harga terbesar.
Frekuensi perdagangan saham di BEI mencapai 1.992.000 kali transaksi dengan volume 34,41 miliar lembar saham dan nilai transaksi Rp15,13 triliun.
Sebanyak 290 saham ditutup menguat, 348 saham melemah, dan 328 saham tidak mengalami perubahan nilai.
Bursa Asia Bergerak Variatif
Pergerakan bursa regional Asia ditutup variatif dengan indeks Nikkei menguat 0,38 persen ke posisi 66.385,00 dan indeks Hang Seng naik 0,07 persen ke posisi 25.548,79.
Indeks Straits Times juga menguat 0,28 persen ke posisi 5.699,93.
Sebaliknya, indeks Shanghai melemah 0,11 persen ke posisi 3.952,18 dan indeks Kospi turun 1,79 persen ke posisi 6.788,88.
Pelemahan tipis IHSG terjadi ketika pelaku pasar mencermati kombinasi sentimen global dan domestik, terutama pidato Ketua The Fed di Simposium Jackson Hole, prospek suku bunga AS, perkembangan hubungan AS-Iran, serta kepemimpinan baru Bank Indonesia.
- Penulis :
- Arian Mesa




