HOME  ⁄  Ekonomi

Bitcoin Tembus 80.000 Dolar AS, Investor Diingatkan Waspadai Risiko Volatilitas

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Bitcoin Tembus 80.000 Dolar AS, Investor Diingatkan Waspadai Risiko Volatilitas
Foto: Chief Marketing Officer Indodax Aloysia Dian (sumber: Indodax)

Pantau - Harga Bitcoin (BTC) menembus level 80.000 dolar AS pada 25 Agustus 2026 setelah mengalami kenaikan cepat dari kisaran 64.000 dolar AS pada pekan sebelumnya.

Chief Marketing Officer Indodax Aloysia Dian menjelaskan penguatan Bitcoin didukung perubahan sentimen makro global, peningkatan arus dana ke Exchange Traded Fund (ETF) spot Bitcoin di Amerika Serikat, serta aktivitas short squeeze.

Kenaikan tersebut menunjukkan perubahan sentimen pasar yang semakin optimistis, tetapi investor dan trader tetap diminta disiplin mengelola risiko karena harga bergerak signifikan dalam waktu relatif singkat.

"Kenaikan yang berlangsung cepat tetap perlu diimbangi dengan disiplin dalam mengelola risiko, terutama bagi investor yang baru kembali melihat peluang di pasar," ungkap Aloysia.

Kebijakan AS dan Arus Dana ETF Dorong Bitcoin

Dari sisi makroekonomi, salah satu perkembangan yang menjadi perhatian pelaku pasar adalah kebijakan treasury buyback atau pembelian kembali sebagian surat utang oleh Amerika Serikat.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya Departemen Keuangan AS untuk menjaga likuiditas serta mendukung kelancaran perdagangan.

Departemen Keuangan AS meningkatkan pembelian kembali obligasi pemerintah berjangka panjang yang sempat menekan yield atau imbal hasil obligasi.

Kondisi tersebut kemudian turut mendorong kembali minat investor terhadap aset berisiko, termasuk aset kripto.

Dari sisi permintaan, ETF spot Bitcoin di Amerika Serikat kembali mencatatkan arus dana positif.

Berdasarkan data SoSoValue, ETF spot Bitcoin mencatat net inflow sekitar 2,57 miliar dolar AS selama periode 17-25 Agustus 2026.

Pada periode yang sama, data Crypto Quant menunjukkan Bull Score Bitcoin meningkat dari level 30 menjadi 80 hanya dalam satu pekan.

Peningkatan indikator tersebut mencerminkan tingginya optimisme sekaligus meningkatnya selera risiko pelaku pasar.

"Ketika peningkatan permintaan tersebut berjalan bersamaan dengan kenaikan harga, momentum pasar menjadi lebih kuat. Namun, pergerakannya tetap perlu dibaca bersama kondisi makro, likuiditas, aktivitas pasar, dan sentimen investor secara keseluruhan," kata Aloysia.

Bitcoin Melonjak Lebih dari 20 Persen dalam Tiga Hari

Pada awal Agustus 2026, pergerakan harga Bitcoin masih relatif terbatas sebelum mulai mengalami akselerasi kenaikan pada 19 Agustus 2026.

Setelah akselerasi tersebut, harga Bitcoin meningkat lebih dari 20 persen hanya dalam waktu tiga hari.

Kenaikan harga Bitcoin turut diperkuat oleh aksi short squeeze hingga akhirnya BTC menembus level 80.000 dolar AS pada 25 Agustus 2026.

Aloysia menilai perubahan kondisi tersebut menjadi indikasi bahwa sinyal beli kembali menguat di pasar.

Namun, cepatnya laju kenaikan Bitcoin membuat risiko volatilitas tetap perlu diperhatikan oleh investor dan trader.

Sentimen pasar yang telah memasuki area optimistis dapat membuka peluang, tetapi pada saat bersamaan berpotensi meningkatkan volatilitas apabila pelaku pasar terlalu agresif mengejar harga ketika Bitcoin sedang naik cepat.

Investor Diminta Tetap Disiplin Mengelola Risiko

Momentum penguatan Bitcoin menjadi pengingat bagi investor dan trader untuk menyesuaikan strategi investasi dengan tujuan serta profil risiko masing-masing.

Bagi trader jangka pendek, Aloysia menyarankan ukuran posisi dan batas risiko dievaluasi sesuai dengan kondisi pasar.

Sementara itu, investor berorientasi jangka panjang dapat mempertimbangkan pendekatan investasi secara bertahap.

Pendekatan tersebut dapat digunakan agar keputusan investasi tidak semata-mata didorong oleh kenaikan harga Bitcoin yang sedang berlangsung.

Secara keseluruhan, penguatan Bitcoin didukung kombinasi perubahan kondisi makro, peningkatan likuiditas dan permintaan melalui ETF spot Bitcoin, penguatan sentimen pasar, serta aktivitas short squeeze, sementara cepatnya kenaikan membuat pengelolaan risiko dan kewaspadaan terhadap volatilitas tetap penting.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026