
Pantau - Komite Eksekutif Presiden Billy Mambrasar mendorong Pemerintah Kota Batam dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau membangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperluas pasar ekspor dan perdagangan antardaerah.
Billy menilai pertumbuhan ekonomi Batam yang selama ini banyak ditopang investasi dan aktivitas industri perlu diimbangi dengan penguatan UMKM karena sektor tersebut berkaitan langsung dengan kehidupan ekonomi masyarakat.
“Selama ini kita merayakan besarnya investasi asing yang masuk Batam dan perkembangan industri yang luar biasa. Akan tetapi, siapa yang memikirkan nasib UMKM yang pelaku utamanya adalah masyarakat biasa,” kata Billy dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Jumat (28/8/2026).
Menurut Billy, UMKM perlu memperoleh ruang khusus untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperluas akses pasar dan pembiayaan, serta memenuhi standar ekspor.
Billy menyoroti struktur perekonomian Batam yang masih bergantung pada investasi dan ekspor, sementara konsumsi rumah tangga memiliki porsi sekitar 20–30 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
“Kalau investasi dan manufaktur itu yang berkepentingan utamanya kelompok bisnis dan memang ada penyerapan tenaga kerja juga, tapi tidak sebanyak UMKM. Ingat bahwa UMKM adalah dari dan oleh masyarakat,” katanya.
KEK UMKM diusulkan menyediakan fasilitas berupa insentif usaha, kemudahan proses ekspor-impor melalui kepabeanan, serta pelatihan dan pendampingan bagi pelaku usaha.
Kawasan tersebut juga dinilai dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata berbasis ekonomi kreatif, terutama sektor kuliner dan hospitality.
Berdasarkan data BPS yang disampaikan Billy, Kota Batam memiliki lebih dari 75.000 UMKM serta sekitar 102.000 usaha mikro dengan kemampuan menyerap hingga 156.000 tenaga kerja.
Perputaran uang dari sektor tersebut diperkirakan mencapai Rp9,1 triliun per tahun sehingga pengembangan KEK UMKM dinilai berpotensi membantu menekan pengangguran dan kemiskinan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Batam dan Kepri.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepulauan Riau Riki Rionaldi menyambut positif gagasan pembentukan KEK UMKM sebagai alternatif kebijakan untuk meningkatkan daya saing pelaku usaha di Kepri dan Batam.
“Saya menyambut baik gagasan yang disampaikan oleh Billy Mambrasar, dan ini sebelumnya belum pernah ada yang memikirkan. Selama ini kita mencoba mencari formulasi terbaik untuk mendorong kemajuan UMKM di Provinsi Kepri dan Kota Batam, dan menurut saya ini dapat menjadi gagasan terbaik untuk menjawabnya,” ujar Riki.
Billy optimistis pembentukan KEK UMKM yang berorientasi ekspor dapat meningkatkan nilai ekonomi sektor tersebut secara signifikan dengan mengakomodasi pelaku usaha dalam satu kawasan yang dilengkapi berbagai fasilitas dan kemudahan.
- Penulis :
- Aditya Yohan




