HOME  ⁄  Nasional

TNI AD dan Angkatan Darat AS Memperkuat Kesiagaan Indo-Pasifik melalui Latihan Ksatria Warrior 2026

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

TNI AD dan Angkatan Darat AS Memperkuat Kesiagaan Indo-Pasifik melalui Latihan Ksatria Warrior 2026
Foto: (Sumber :Prajurit Angkatan Darat AS dan personel Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) berfoto bersama disela-sela pelaksanaan Latihan Ksatria Warrior 2026 di Sumatera Selatan. (ANTARA/HO-Angkatan Udara AS).)

Pantau - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) dan Angkatan Darat Amerika Serikat menuntaskan Latihan Ksatria Warrior 2026 di Sumatera Selatan pada 15-28 Agustus untuk memperkuat interoperabilitas dan kesiagaan kedua negara di kawasan Indo-Pasifik.

Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta menyatakan latihan tersebut menggabungkan bantuan kemanusiaan, pembangunan sipil, dan latihan militer guna meningkatkan kemampuan kedua angkatan darat untuk bekerja sama.

Mayor Luis Sanchez dari Cadangan Angkatan Darat AS menilai Ksatria Warrior 2026 menjadi kesempatan penting untuk memperkuat kemitraan yang dapat berperan dalam operasi di kawasan Indo-Pasifik pada masa mendatang.

“Saat kami memikirkan mengenai ancaman yang akan kita hadapi di Pasifik, sangatlah penting bahwa kita bisa bekerja sama dengan pasukan mitra kita, yang mampu menggabungkan kekuatan. Sehingga kita bisa terus menghalau ancaman terbesar kita di Pasifik,” ujar Sanchez.

“Melanjutkan kemitraan kita dengan TNI AD dan tentara Indonesia, juga dengan seluruh mitra kita di sini, akan mendukung arah pembangunan, pertumbuhan dan interoperabilitas yang kita ingin capai bersama melalui latihan ini,” tuturnya.

Interoperabilitas kedua negara dikembangkan hingga tahap perencanaan operasional melalui Latihan Staf atau STAFFEX sebagai bagian dari rangkaian Ksatria Warrior 2026.

Staf batalion menyelesaikan Proses Pengambilan Keputusan Militer atau Military Decision-Making Process (MDMP), menyusun rencana operasional, serta mengeluarkan perintah kepada kompi di bawah komandonya.

Tahapan tersebut menjadi persiapan bagi pelaksanaan latihan berikutnya berupa latihan lapangan tingkat kompi.

Sebelum latihan dimulai, prajurit Kompi Konstruksi Vertikal Zeni ke-215 melaksanakan Proyek Aksi Sipil Zeni atau Engineer Civic Action Project (ENCAP) untuk membangun hubungan dengan masyarakat setempat.

Prajurit AS bersama personel TNI AD memperbaiki sekolah lokal pada 11-19 Agustus sebagai bagian dari program latihan Angkatan Darat Pasifik serta kegiatan pendampingan kemanusiaan dan sipil.

Kapten David Carrion dari Garda Nasional Angkatan Darat AS mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi latihan militer, tetapi juga menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kami sesungguhnya melihat hasilnya secara langsung, bagaimana sekolah berhasil dibangun berkat kerja keras kami dan kemitraan dengan TNI,” katanya.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026