HOME  ⁄  Nasional

Karhutla Gunung Semeru Meluas di Tujuh Titik, Petugas Kerahkan Helikopter untuk Padamkan Api

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Karhutla Gunung Semeru Meluas di Tujuh Titik, Petugas Kerahkan Helikopter untuk Padamkan Api
Foto: (Sumber :Pemadaman karhutla di Gunung Semeru menggunakan helikopter water bombing untuk menjangkau daerah yang tidak bisa diakses petugas, Jumat (28/8/2026). ANTARA/HO-BPBD Lumajang.)

Pantau - Petugas gabungan masih berjibaku mengendalikan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Semeru yang meluas di tujuh titik Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (29/8/2026), dengan mengandalkan pemadaman darat dan dua helikopter untuk menjangkau lokasi sulit diakses.

Kawasan terdampak kebakaran berdasarkan data sementara petugas TNBTS diperkirakan mencapai sekitar 160 hektare dengan vegetasi kering menjadi salah satu tanaman yang terbakar.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Lumajang Yudhi Cahyono mengungkapkan, "Titik api berada di Ledok Bedor, Blok Jantur, Blok Ranukembang, daerah Ayak ayak, Watu Rejeng, Ranu Kumbolo, dan Puncak Trisula."

Petugas BPBD bersama tim gabungan yang dipimpin TNBTS melakukan pemadaman sejumlah titik api di kawasan hutan wilayah Desa Argosari dan Desa Ranupani, Kecamatan Senduro.

"Untuk memperkuat upaya pemadaman, dua helikopter bantuan BPBD Jawa Timur sudah dikerahkan melakukan water bombing ke sejumlah titik api yang sulit dijangkau melalui jalur darat," tutur Yudhi.

Tim BPBD Kabupaten Lumajang juga bergerak menggunakan dua unit sepeda motor trail menuju jalur pendakian Ranu Kumbolo untuk menyisir titik api sekaligus memantau pergerakan Helikopter PK-DAP yang melakukan water bombing.

Dua helikopter tersebut diarahkan menuju kawasan Blok Ayak-Ayak dan Bangunan Cilik di Desa Ranupani dengan pemadaman udara dilakukan bersamaan dengan penanganan petugas di darat.

Pemadaman menggunakan water bombing sempat dihentikan pada Jumat (28/8/2026) siang akibat angin cukup kencang sehingga Helikopter PK-DAP Jawa Timur kembali ke Abd. Rahman Saleh untuk standby.

Kepala Seksi PTN Wilayah III TNBTS Agus Kusuma Negara mengatakan terdapat dua lanskap yang mengalami kebakaran secara masif dan kondisi medan menjadi salah satu pertimbangan penggunaan pemadaman udara.

"Yang satu berada di Ayak-Ayak, kedua ada di Bangunan Cilik. Upaya yang dilakukan dengan berkolaborasi dengan bantuan water bombing dari BPBD Jatim," katanya.

Pemadaman dari udara menjadi pelengkap penanganan di darat karena petugas tetap melakukan pemadaman secara manual dan membuat sekat api untuk mengendalikan titik kebakaran yang masih dapat dijangkau.

Karakter kawasan yang berbukit dan keberadaan titik api di lokasi sulit dijangkau membuat penanganan membutuhkan kombinasi pemadaman udara dan darat.

Penanganan karhutla melibatkan petugas TNBTS, BPBD Lumajang, relawan, masyarakat, serta BPBD Jawa Timur melalui pengerahan helikopter water bombing.

Petugas juga terus melakukan pemantauan terhadap titik yang telah dipadamkan untuk memastikan api tidak kembali menyala dan mencegah kebakaran semakin meluas.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026