
Pantau - Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) menyalurkan 116 alat bantu fisik kepada penyandang disabilitas dan masyarakat yang membutuhkan di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Sabtu (29/8/2026).
Penyaluran bantuan tersebut dilaksanakan melalui program Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi) sebagai bagian dari upaya pemerintah memperkuat perlindungan sosial.
Program tersebut merupakan hasil aspirasi anggota Komisi VIII DPR RI asal wilayah tersebut, Ansari, yang disampaikan melalui Kementerian Sosial.
Staf Kemensos RI Windasari Anggita Putri hadir secara langsung dalam kegiatan penyaluran bantuan tersebut.
"Program ini sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk terus memperkuat perlindungan sosial," kata Windasari.
Kemensos Salurkan Kursi Roda hingga Kaki Palsu
Salah satu penerima manfaat adalah Qomariyah, mahasiswi asal Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, yang menerima bantuan berupa kaki palsu untuk menunjang aktivitas dan mobilitasnya.
Qomariyah sebelumnya harus menjalani amputasi akibat kecelakaan yang dialaminya pada 2023.
Bantuan kaki palsu tersebut diharapkan menjadi harapan baru bagi Qomariyah untuk kembali menjalani berbagai aktivitas sehari-hari sekaligus melanjutkan pendidikannya sebagai mahasiswi.
Selain kaki palsu, Kemensos memberikan kursi roda kepada sejumlah penerima manfaat, termasuk warga lanjut usia dan masyarakat yang mengalami stroke.
Sejumlah warga lainnya memperoleh alat bantu jalan untuk menunjang mobilitas sesuai kondisi fisik masing-masing.
"Secara keseluruhan, sebanyak 116 unit bantuan fisik disalurkan dalam kegiatan tersebut. Bantuan terdiri dari 103 unit kursi roda standar, 2 unit kursi roda cerebral palsy (CP), 3 buah kaki palsu, 4 buah tripod, 1 unit walker, 2 pasang kruk ketiak, dan 1 buah tongkat kaki," kata Windasari.
Dari keseluruhan bantuan tersebut, sebanyak 103 unit berupa kursi roda standar dan dua unit berupa kursi roda cerebral palsy (CP).
Kemensos juga menyalurkan tiga kaki palsu, empat tripod, satu walker, dua pasang kruk ketiak, serta satu tongkat kaki.
Ansari Berharap Bantuan Menjangkau Seluruh Madura
Anggota Komisi VIII DPR RI Ansari yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan penyaluran alat bantu tidak hanya dimaknai sebagai penyerahan bantuan fisik kepada masyarakat.
Menurut Ansari, program tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan alat bantu sekaligus upaya menghadirkan program pemerintah pusat agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di daerah.
"Harapan kami bantuan seperti ini tidak hanya untuk warga Pamekasan, akan tetapi bisa menjangkau seluruh warga penyandang disabilitas di Pulau Madura," kata Ansari.
Ansari menjelaskan masyarakat yang membutuhkan alat bantu dapat mengajukan permohonan melalui jaringan aspirasi untuk kemudian dihimpun dan diajukan kepada Kementerian Sosial.
Mekanisme penghimpunan aspirasi tersebut dilakukan dengan mengumpulkan permohonan hingga mencapai jumlah tertentu sebelum diajukan untuk mendapatkan bantuan.
"Jika pengajuan sudah disampaikan, selanjutnya tinggal menunggu sampai 100 orang atau 150 sehingga yang membawa tidak rugi. Setelah kita sudah mencapai target, baru kita ajukan," kata Ansari.
Ansari berharap alat bantu yang telah diterima masyarakat dapat memberikan manfaat nyata untuk mendukung mobilitas dan aktivitas sehari-hari sekaligus menumbuhkan kembali semangat para penerima manfaat.
"Semoga dengan diterimanya alat bantu ini benar-benar bermanfaat untuk bapak-ibu semuanya. Sehingga bisa menambah semangat untuk menjalani kehidupan ini," kata Ansari.
- Penulis :
- Leon Weldrick




