
Pantau - Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara menyalurkan sekitar 165 ton beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak di 33 kabupaten dan kota untuk menjaga stabilitas harga pangan dan daya beli masyarakat.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumatera Utara Budi Cahyanto mengatakan penyaluran tersebut berlangsung selama dua hari pada 27-28 Agustus 2026.
"Kegiatan GPM tersebut bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, dan pemerintah daerah sebagai tindak lanjut surat edaran gubernur," ujar Budi.
Pelaksanaan GPM merupakan tindak lanjut Surat Edaran Gubernur Sumatera Utara Nomor 500.1.2.1/7083 Tahun 2026 yang mendorong pemangku kepentingan bergerak bersama untuk menekan laju inflasi dan menjaga daya beli masyarakat.
Penyaluran Beras SPHP Bisa Bertambah
Bulog Sumut membuka kemungkinan meningkatkan jumlah beras SPHP yang disalurkan melalui GPM sesuai kebutuhan pemerintah provinsi maupun pemerintah daerah.
"Dalam kegiatan tersebut, penyaluran beras SPHP bisa bertambah, sesuai permintaan pemerintah provinsi maupun pemerintah daerah," kata Budi.
Selain bekerja sama dengan pemerintah daerah, Bulog juga menggelar GPM di depan gudang untuk memperluas akses masyarakat terhadap pangan dengan harga terjangkau.
Penyaluran beras SPHP turut dilakukan melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP), jaringan Rumah Pangan Kita (RPK), serta saluran distribusi lainnya.
Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat memiliki lebih banyak saluran untuk mendapatkan beras dengan harga yang terjangkau.
Stok Beras Bulog Sumut Capai 51.000 Ton
Bulog Sumut mencatat stok beras yang tersedia di gudangnya mencapai sekitar 51.000 ton untuk mendukung berbagai kebutuhan pangan di wilayah tersebut.
Jumlah stok tersebut akan bertambah melalui pasokan dari pusat guna memenuhi kebutuhan program SPHP, bantuan pangan, dan program lainnya.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara sebelumnya menginisiasi GPM secara serentak untuk menjaga stabilitas harga bahan pangan di pasaran sekaligus mengendalikan inflasi daerah.
"Selain itu, program tersebut menjadi langkah strategis Pemprov Sumut untuk memastikan ketersediaan pangan serta meningkatkan keterjangkauan daya beli masyarakat," kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumut Fariz Haholongan Hutagalung.
Gerakan Pangan Murah serentak tingkat provinsi pada tahap awal dijadwalkan berlangsung pada 27, 28, dan 31 Agustus 2026.
- Penulis :
- Gerry Eka




