HOME  ⁄  Nasional

Khofifah Dorong Sekolah di Jawa Timur Kembangkan Inovasi Ketahanan Pangan melalui Program SIKAP

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Khofifah Dorong Sekolah di Jawa Timur Kembangkan Inovasi Ketahanan Pangan melalui Program SIKAP
Foto: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat acara pameran produk Sekolah Inovasi Ketahanan Pangan (SIKAP) SMA, SMK, dan SLB se-Kabupaten Jombang di SMA Negeri 2 Jombang, Jawa Timur (sumber: Pemprov Jatim)

Pantau - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong seluruh sekolah di Jawa Timur mengembangkan berbagai inovasi ketahanan pangan dengan memanfaatkan lahan yang tersedia secara produktif dan berkelanjutan.

Khofifah menilai pembangunan ketahanan pangan tidak harus bergantung pada ketersediaan lahan dalam skala luas hingga mencapai beberapa hektare.

Berbagai ruang yang tersedia di sekitar rumah maupun lingkungan institusi, termasuk sekolah, dinilai dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan berbagai komoditas pangan.

"Sesungguhnya kita tidak bisa mengandalkan luasan lahan, berapa hektare lahan, jadi di setiap area yang ada di sekeliling institusi kita, rumah, bahkan sekolah itu sangat memungkinkan menyiapkan format ketahanan pangan," kata Khofifah.

Sekolah Jadi Ruang Strategis Ketahanan Pangan

Khofifah mengatakan lingkungan sekolah dapat menjadi ruang strategis untuk memperkenalkan konsep ketahanan pangan kepada generasi muda sekaligus memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempraktikkannya secara langsung.

Upaya tersebut salah satunya dikembangkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui program Sekolah Inovasi Ketahanan Pangan (SIKAP) yang merupakan inisiatif Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.

Program SIKAP dikembangkan dengan memanfaatkan lahan yang tersedia di lingkungan sekolah secara produktif dan berkelanjutan untuk membudidayakan berbagai komoditas pangan.

Khofifah meninjau pameran produk SIKAP tingkat SMA, SMK, dan SLB se-Kabupaten Jombang yang diselenggarakan di SMA Negeri 2 Jombang bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi.

Dalam peninjauan tersebut, Khofifah melakukan panen ikan nila dan sayuran pakcoy serta melihat budi daya sawi samhong yang telah berusia 31 hari dan siap dipanen.

SIKAP Terintegrasi dengan Pembelajaran

Program SIKAP tidak hanya menjadi kegiatan tambahan di lingkungan sekolah, tetapi juga diintegrasikan ke dalam pembelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan (PKWU), khususnya bagi siswa kelas XI.

Para siswa dilibatkan langsung dalam berbagai tahapan budi daya komoditas pangan, mulai dari pembibitan, perawatan, hingga pemanenan.

Setelah panen, pembelajaran dilanjutkan dengan proses pengemasan hingga pemberian label pada produk yang dihasilkan.

"Tidak hanya belajar menanam, anak-anak juga belajar mengemas produk hasil budi daya secara menarik dengan label program SIKAP, sebagai bagian dari pembelajaran nilai tambah dan kewirausahaan," ujar Khofifah.

Melalui rangkaian tersebut, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai cara menghasilkan pangan, tetapi juga mempelajari peningkatan nilai tambah produk hasil budi daya.

Proses pengemasan dan pelabelan produk sekaligus menjadi sarana bagi siswa untuk memperoleh pengalaman dalam bidang kewirausahaan.

Khofifah Harap SIKAP Bekali Siswa untuk Masa Depan

Khofifah berharap program SIKAP dapat membentuk kemandirian peserta didik melalui pengalaman praktik secara langsung sekaligus meningkatkan kreativitas dan keterampilan serta menumbuhkan jiwa kewirausahaan.

Para siswa mendapatkan pengalaman mulai dari tahapan produksi hingga pengolahan hasil sehingga dapat memahami proses pengembangan produk secara lebih menyeluruh.

"Harapannya, anak-anak yang terlibat langsung dalam proses produksi dari hulu hingga hilir, tidak hanya memiliki pengetahuan, tapi juga pengalaman dan keterampilan yang dapat menjadi bekal untuk menghadapi masa depan," kata Khofifah.

Melalui program SIKAP, sekolah diharapkan tidak hanya menjadi tempat pembelajaran akademik, tetapi juga menjadi ruang membangun ketahanan pangan sekaligus membekali siswa dengan keterampilan praktis dan kewirausahaan untuk masa depan.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026