
Pantau - Pemerintah terus mendorong perluasan ekosistem penempatan pekerja migran Indonesia pada sektor formal melalui pengembangan Migrant Center berkualitas di berbagai perguruan tinggi, salah satunya Migrant Center Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) di Surabaya.
Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI) Dzulfikar Ahmad Tawalla meresmikan Migrant Center Umsura yang disiapkan untuk mendukung penyiapan calon pekerja migran Indonesia agar mampu mengisi kebutuhan tenaga kerja formal di luar negeri.
Dzulfikar bersama Rektor Umsura Prof Mundakir dan Kepala Balai BP3MI Jawa Timur juga meninjau langsung kesiapan fasilitas Migrant Center tersebut.
"Hari ini saya bersama Pak Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya, bersama Pak Kepala Balai BP3MI Jawa Timur, mengunjungi Migrant Center yang dimiliki oleh Umsura. Kita tahu bersama bagaimana Umsura ini memiliki rekam jejak di bidang kesehatan, baik itu umum dan kesehatan masyarakat, sangat baik," ujar Dzulfikar.
Permintaan Tenaga Kesehatan dari Luar Negeri Tinggi
Dzulfikar menilai rekam jejak Umsura dalam bidang kesehatan umum dan kesehatan masyarakat menjadi modal penting untuk mempersiapkan tenaga kerja sesuai kebutuhan pasar kerja internasional.
Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (SISKOP2MI) Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, permintaan tenaga kerja sektor kesehatan dari luar negeri tergolong tinggi selama tiga tahun terakhir dan diperkirakan terus meningkat.
Pemerintah pun melakukan peninjauan untuk memastikan Migrant Center yang terlibat dalam program SMK Go Global memiliki standar yang baik, mulai dari kesiapan ruangan, fasilitas pendukung, hingga sarana untuk mempersiapkan calon pekerja migran.
Kompetensi dan lisensi tenaga instruktur juga menjadi bagian yang diperiksa untuk memastikan pelatihan berjalan sesuai standar.
"Kehadiran kami hari ini untuk memastikan Migrant Center yang terlibat dalam program SMK Go Global ini standarnya bagus, baik dari segi ruangan, kesiapan fasilitas, dan lain sebagainya. Instrukturnya juga kompeten, memiliki lisensi, dan lain sebagainya," ujar Dzulfikar.
Menurut Dzulfikar, Migrant Center menjadi salah satu skema yang digunakan pemerintah untuk merealisasikan program SMK Go Global sebagai bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto dalam pengembangan tenaga kerja Indonesia.
Pemerintah mendorong agar ekosistem penempatan pekerja migran pada sektor formal semakin diperbanyak dan diperluas melalui keberadaan Migrant Center berkualitas di perguruan tinggi.
Dzulfikar menilai Migrant Center Umsura dapat menjadi salah satu rujukan bagi perguruan tinggi lain dalam mempersiapkan dan mengembangkan fasilitas serupa.
"Ini salah satu Migrant Center yang bisa jadi rujukan di kampus-kampus lain bagaimana penyiapan Migrant Center yang baik. Salah satu dorongan dan arahan Bapak Presiden kepada kami di Kementerian Pelindungan Pekerja Migran adalah bagaimana ekosistem pekerja di sektor formal itu semakin diperbanyak dan diperluas," katanya.
Dzulfikar berharap fasilitas Migrant Center Umsura tidak hanya memberikan manfaat bagi mahasiswa Umsura, tetapi juga dapat diakses masyarakat di sekitar kampus maupun calon pekerja migran dari daerah lain.
Umsura Siapkan Pelatihan Bahasa hingga Ruang OSCE
Rektor Umsura Prof Mundakir mengatakan universitas telah mempersiapkan berbagai fasilitas untuk mendukung pelatihan calon pekerja migran, mulai dari pelatihan bahasa, peningkatan keterampilan atau upskilling, hingga sarana pendukung proses sertifikasi.
Umsura menyediakan ruang kelas untuk kegiatan Migrant Center di lantai 5 dan lantai 6, sementara fasilitas upskilling berada di lantai 5.
Universitas juga telah menyiapkan ruang Objective Structured Clinical Examination (OSCE) yang dapat digunakan untuk mendukung proses sertifikasi calon peserta.
"Yang perlu disiapkan adalah fasilitas untuk pelatihan bahasa, kemudian fasilitas untuk peningkatan keterampilan, kemudian fasilitas lain terkait bagaimana supaya calon peserta migran ini bisa keluar dengan baik. Alhamdulillah sudah kita siapkan semua," ujar Mundakir.
Mundakir mengatakan berdasarkan penilaian Wamen P2MI, Umsura dinilai sudah siap untuk segera merealisasikan program tersebut.
Program Migrant Center Umsura tidak hanya ditujukan kepada mahasiswa yang menempuh pendidikan di universitas tersebut.
Umsura ke depan berencana menjalin kerja sama dengan sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK) untuk memperluas penjaringan calon peserta yang dapat dipersiapkan memasuki pasar kerja formal di luar negeri.
- Penulis :
- Shila Glorya




