
Pantau - Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Kalimantan Barat, menyiapkan ruang oksigen di setiap fasilitas kesehatan setelah kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) mencapai 300 kasus per hari seiring tingginya paparan kabut asap.
"Kasus ISPA saat ini mencapai 300 kasus per hari. Kondisi ini berkaitan dengan cuaca dan tingginya paparan asap," ujar Kepala Dinkes Kota Pontianak Saptiko, di Pontianak, Sabtu.
Ruang oksigen tersebut disediakan di puskesmas, rumah sakit, dan Dinas Kesehatan untuk membantu masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan atau sesak napas.
"Bagi masyarakat yang mengalami sesak napas, bisa datang untuk mendapatkan oksigen secara gratis di seluruh puskesmas, rumah sakit, maupun Dinas Kesehatan," katanya.
Dinkes Pontianak juga menyiapkan logistik penanganan ISPA sekaligus mengantisipasi potensi peningkatan kasus diare karena ketersediaan air mulai berkurang.
"Sekarang kami juga menyiapkan logistik untuk penganan ISPA dan diare karena kondisi air juga mulai berkurang," kata Saptiko.
Saptiko memastikan hingga Sabtu, 29 Agustus 2026, belum ditemukan kasus ISPA dalam kondisi parah akibat peningkatan kasus tersebut.
"Masyarakat juga diingatkan untuk segera mendatangi fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan gangguan pernapasan, terutama sesak napas, " papar Saptiko.
Kasus ISPA di Pontianak saat ini meningkat sekitar 10 persen dibandingkan kondisi normal yang berada pada kisaran 100 hingga 200 kasus per hari.
"Kalau total kasus sejak Januari, sekitar 36 ribu kasus. Namun, perlu dilihat bahwa asap mulai meningkat pada Agustus," katanya.
Saptiko menjelaskan tidak seluruh sekitar 36 ribu kasus ISPA sejak Januari 2026 berkaitan dengan kabut asap karena peningkatan paparan asap baru terjadi pada Agustus.
Dinkes Pontianak terus melakukan sosialisasi agar masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah dan menggunakan masker untuk menekan paparan udara tercemar.
"Kalau harus keluar rumah, masyarakat wajib menggunakan masker. Tidak harus masker khusus, masker kain pun bisa digunakan," kata Saptiko.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




