HOME  ⁄  Nasional

Ponpes Darunnajah Gelar Porseka ke-50 untuk Perkuat Semangat dan Karakter Santri

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Ponpes Darunnajah Gelar Porseka ke-50 untuk Perkuat Semangat dan Karakter Santri
Foto: Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah, Prof Sofwan Manaf saat membuka PORSEKA di Jakarta.

Pantau - Pondok Pesantren Darunnajah menggelar Pekan Olahraga, Seni, dan Pramuka (Porseka) ke-50 di Lapangan Hijau Pondok Pesantren Darunnajah, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, sebagai bagian dari pengenalan kehidupan pesantren bagi santri baru.

Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah Sofwan Manaf mengatakan kegiatan tersebut juga menjadi momentum bagi santri lama dan pendidik untuk memperbarui niat dalam menjalani proses pendidikan di pesantren.

“Momentum ini dimanfaatkan untuk memperkenalkan kehidupan dan tradisi pesantren kepada santri baru, sekaligus memperbarui niat (tajdid niat) bagi santri lama dan pendidik,” kata Sofwan di Jakarta, Minggu (30/8/2026).

Menurut Sofwan, pendidikan bagi santri tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas, tetapi juga diperoleh melalui berbagai kegiatan dan pengalaman selama berada di lingkungan pesantren.

“Apa yang kalian lihat, dengar, rasakan, kerjakan, dan alami setiap hari, semua itu pendidikan. Jangan hanya memperhatikan apa yang diajarkan kepada kalian. Perhatikan juga apa yang dibiasakan kepada kalian," kata dia.

Porseka Tanamkan Panca Jiwa Pesantren

Sofwan menjelaskan nilai Panca Jiwa yang meliputi keikhlasan, kesederhanaan, kemandirian, ukhuwah Islamiyah, dan kebebasan tercermin dalam persiapan hingga pelaksanaan Porseka.

Menurut dia, nilai-nilai tersebut menjadi bagian dari hidden curriculum yang diperoleh santri melalui berbagai aktivitas di lingkungan pesantren.

Porseka ke-50 diawali dengan apel tahunan yang meliputi pengibaran bendera pusaka, laporan barisan, serta amanat pimpinan pesantren.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan dan berbagai penampilan santri.

Penampilan tersebut antara lain seni bela diri Tapak Suci yang membawa pesan ketangkasan dan akhlak serta pertunjukan konfigurasi yang memadukan kreativitas dengan kekompakan.

Santri Diingatkan Jaga Sportivitas dan Persaudaraan

Dalam pelaksanaan perlombaan, pimpinan pesantren mengingatkan para santri agar semangat berkompetisi tidak mengikis nilai utama pesantren maupun ibadah.

Sofwan menekankan kemenangan merupakan prestasi, sedangkan sportivitas, disiplin, kerja sama, kemampuan menerima kekalahan, dan bangkit setelah gagal menjadi bagian dari proses pendidikan.

“Jangan sampai kita memenangkan pertandingan, tetapi kehilangan persaudaraan. Jangan sampai kita membawa pulang piala, tetapi kehilangan akhlak," kata dia.

Porseka Darunnajah bermula sekitar 50 tahun lalu sebagai Pekan Olahraga dan Seni atau Porseni sebelum berkembang dengan memasukkan unsur kepramukaan.

Darunnajah Dorong Santri Pegang Teguh Identitas Pesantren

Sofwan berpesan kepada seluruh santri untuk tetap memegang identitas dan nilai pendidikan pesantren di mana pun mereka berada.

"Jangan hanya tinggal di Darunnajah. Biarkan Darunnajah tinggal dalam diri kalian," kata dia.

Pelaksanaan Porseka ke-50 menjadi bagian dari dinamika pendidikan Pondok Pesantren Darunnajah melalui kegiatan olahraga, seni, dan kepramukaan bagi para santri.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026